Penjelasan yang paling sederhana kalau 0/0 hasilnya bukanlah 1
Saya baru aja selesai berdebat dengan seorang pemilik blog disini
Sang Pemilik Blog berkeyakinan bahwa 0/0=1, yang menurut saya hal tersebut keliru/salah
Kenapa
Akan saya jelaskan dengan cara yang paling sederhana tanpa perlu menggunakan kalkulus ataupun analisis real, cukup menggunakan akal sehat.
Jika kita mempunyai 12 apel untuk diberikan kepada 4 orang anak.
Berapa apel yang akan didapet oleh masing2 anak?
Dengan mudah kita akan menjawab 12/4=3 apel, tiap anak akan memperoleh 3 apel.
Nah sekarang…
Kalau kita tidak mempunyai apel (0 apel) dan tidak ada anak yang akan diberikan apel tersebut (0 anak).
Dengan menggunakan pertanyaan yang sama. Berapa apel yang akan didapet oleh masing2 anak? Ini analog dengan pertanyaan berapa 0/0?
Jika kita beranggapan 0/0=1, itu artinya tiap anak akan mendapat 1 apel, padahal anak dan apelnya saja tidak ada, jadi bagaimana mungkin? Itu mustahil.
Dengan penjelasan saya yang paling sederhana ini, mudahan kalian menyadari kenapa 0/0=1 adalah keliru…














padahal anak dan apelnya saja tidak ada, jadi bagaimana mungkin? Itu mustahil.
Y = 1/x maka limit x->-0 dari fungsi diatas jadi Y = -∞
Gimana analogi yang tepatnya yach….
Apelnya cuma 1, dibagi sama orang-orang yang tak tentu rimbanya gitu ?!
mas haniifa saya kok enggak paham dengan komen anda ya….
bukankah yg dipermasalahkan di postingan ini adalah
yang anda yakini kebenarannya itu, tapi menurut mas Aria Turns dan menurut saya juga (walau saya baru saja belajar matematika) adalah konsep yang salah.
tapi kok malah anda memberikan argumen
hasil itu hubungannya dengan klaim anda bahwa
apa ya?
mas haniifa saya kok enggak paham dengan komen anda ya….
bukankah yg dipermasalahkan di postingan ini adalah
yang anda yakini kebenarannya itu, tapi menurut mas Aria Turns dan menurut saya juga (walau saya baru saja belajar matematika) adalah konsep yang salah.
tapi kok malah anda memberikan argumen
itu hubungan dengan klaim anda bahwa
apa ya?
ga usah dua kali gitu, kalee win!
@Mas Winky
Belaiu kan memberikan perumapaan antara apel dengan apa yach…
Jika kita beranggapan 0/0=1, itu artinya tiap anak akan mendapat 1 apel, padahal anak dan apelnya saja tidak ada, jadi bagaimana mungkin? Itu mustahil.
Bigimana yang ini ?!
Jika kita beranggapan -∞/-∞ =1, itu artinya tiap anak akan mendapat 1 apel, padahal anak dan apelnya saja mungkin ngutang…
, dan anakny mungkin belon lahir
, jadi bagaimana mungkin? Itu mustahil.
mas, aku merasa sanggahan njenengan ga menjawab pertanyaan mas winky deh. kan njenengan mengklaim bahwa 0/0 = 1, dimana pernyaaan tersebut menjadi kesimpulan tulisan njenengan. lha bukti2 untuk dalil yang njenengan sertakan aja belum bisa dibenarkan secara matematis, karena yang njenengan tulis sebagai bukti itu hanyalah contoh.
sekali lagi aku ingin menekankan mas, bahwa yang dipermasalahkan di sini adalah pernyataan njenengan bahwa 0/0 = 1, bukan yang lain. memang benar bahwa a/a = 1, tetapi untuk a tak nol, hanya itu syaratnya mas menurutku. mungkin terkesan tidak adil bagi 0, tetapi inilah kenyataannya.
setahuku sih, pembagian dengan nol itu tidak terdefinisi, bukan atau tak hingga. apa perlu meminta bantuan dosen kita, bu rini nih?
Setuhuku seehh… mungkin dunk
Sebab 1 = -1/-1/ = 0/0 = 1/1 = 10101010/10101010 = a/a
Coba ajah sampean baca lagi nyang benar :
http://haniifa.wordpress.com/2008/03/18/45/
1 = -1/-1/ = 1/1 = 10101010/10101010 = a/a tidak sama dengan 0/0 mas, karena pembagian dengan nol tidaklah terdefinisi. yang ingin ditekankan di sini adalah pembagian dengan nolnya mas, bukan yang lain. bahkan njenengan berani mengklaim bahwa 0/0 = 1, ini yang tidak bisa diterima sama sekali menurutku, mas.
@Samsul arifin
bahkan njenengan berani mengklaim bahwa 0/0 = 1, ini yang tidak bisa diterima sama sekali menurutku, mas.
_____________________
Apakah sampean brani menjawab @mas bill gates bahwa:
A = A +1 adalah benar
Kalau sampean nggak suka 0/0 = 1, itu urusan sampean bukan urusa saya.
urusan saya adalah :
a = a
1 = a/a
Sampean di yang berujar bahwa:
1 = a/a… dimana “a” adalah sembarang elemen domain
Apakah bilangan 0 bukan elemen domain sebuah garis bilangan ?!
Kalau iya, mestinya saya kembali ke sekolah teka lagi ahhh…
Mas Hanifa…
Mas tampaknya ga mengerti logika pemrograman yah???
Dalam pemgrograman itu jika kita menuliskan :
a=1;
artinya nilai variable a (kiri) itu diisi dengan nilai 1.
Terus mengenai masalah a=a+1. Dalam matematika hal ini jelas salah. Tapi berbeda dengan masalah pemrograman. Kenapa?? Karena dalam bahasa pemrograman:
a=a+1;
itu berarti nilai variable a(kiri) diisi dengan penjumlahan nilai variable a(kanan) dijumlah satu.
@Mas Aria
Nambah dikit, saya lupa sumber komen @mas Samsul, trim.
http://haniifa.wordpress.com/2008/03/18/45/#comment-1818
hmmm…saya nggak ngerti banget sich .
saya mau nanya sebenarnya angka itu begini kah sesuai dgn jumlah jari kita 10:
0,1,2,3,4,5,6,7,8,9
jumlah total ada 10 angka.
jika kita memulai angka yang pertama dari 0.itu berarti 1
coba hitung jari kita.tak mungkin kita memulai dari 0 dgn arti tidak ada.
baiklah…kalo begini :
0,1,2,3,4,5,6,7,8,9
trus:
00(dgn arti 11) sampai 09(09 = 20)
trus:
10(21) dst….
ma’ap saya nggak ngerti banget akan permasalahan matematika(maklum nggak lanjut sekola dasarnya)
sekian ..moga bermanfaat…jika saya keliru dipersilahkan di buang juga di tong sampah.
maklum hanya sampah…yang tak sampah entah mau jadi sampah juga…saya tak tahu…
@Mas Ayruel Chana
Siapa bilang sampah, justru sangat benar kok.
Lambang bilangan (notasi angka) pada basis 10 memang :
0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9 …. bisa disebut elemen domain angka.
Sekarang kita coba, katanyah
?! = 0/0
1= 1/1
1 = 2/2
1= 3/3
1 = 4/4
1 = 5/5
1 = 6/6
1 = 7/7
1 = 8/8
1= 9/9
Duhhh…. kasian “notasi angak” 0 jadi anak tiri !!!
Bigimana rekan-rekan nasib 1 = 0/0 , baiknya ?!
mas, tahu akibat dari pernyataanku yang njenengan quote itu kan? bahwa jika ada minimal satu counter example (contoh yang salah) untuk klaim njenengan (0/0 = 1) itu maka gugur sudah klaim tersebut. semua orang bisa melihat bahwa counter example yang diberikan di sini cukup logis dan matematis, dan cukup untuk menggugurkan pernyataan njenengan yang [katanya] njenengan temukan itu. aku sudah ga habis pikir, dengan cara apalagi harus mengatakan bahwa 0/0 = 1 adalah konsep yang salah. trus, setelah dibaca dari atas sampai bawah, bisa-bisanya njenengan menggunakan ayat-ayat suci Al Quran untuk membalas atau menyanggah pertanyaan dari kawan2 yang ada di sini. aku pikir hal ini sangatlah berlebihan. sekali lagi aku ingin mengatakan bahwa aku tahu bahwa niat njenengan itu baik, hanya saja menggunakan persamaan matematis yang kurang tepat. keep writing, mas.
@Mas Samsul
Saya juga :
matematis, logis dan reformis
(baca: biarlah pembaca yang menentukan….)
Mas hanifa lebih baik baca lagi dalil2 kalkulus deh tentang pembagian! Banyak kok di buku2 kalkulus dasar. Daripada mas sembarang menuliskan teori 0/0=1!!
ach masih ada yang nyangkut nich :
10 dalam pemahaman umum kita ini,dgn arti angka 1 ditambahkan angka 0(tidak ada)
brarti 1 yang tak ada,1 yang kosong.
kosong itu mungkin lebih tepat dgn dikatakan titik(.)
sekian…
@Mas Ayruel Chana
kosong itu mungkin lebih tepat dgn dikatakan titik(.)
1 = x/x
1 = apple/apple
1 = titik/titik
1 = chr(“.”)/chr(“.”)
1 = 0×1C/0×1C…. dalam hexadesimal
1 = 0/0 mestinya boleh juga dunk D
Misalkan
.
.
itu 1 atau 2? Atau memang 1=2?
.
Akibatnya
Loh jadi
Misalnya 0 = 0 + 0 tidak ada artinya maka 0/0 = 1 harus 0/0= 1
Misalnya 0 = 0 + 0 ada artinya maka 0/0=1 haru (0+0)/(0+0) = 1 dunk…
coba belajar aljabar lagi mas.. sifat2 lapangan.. aa*=e, dimana a* menyatakan a invers dan e menyatakan satuan terhadap operasinya.
aa*=e jika a invertible..
gimana bung samsul?
njenengan benar, mba nablaa. tapi kayaknya mas ariaturns mulai emosi nih.
aku juga harus belajar nulis pakai latex nih, masa dari tadi salah teruusss!
@mba Nablaa
Coba belajar al jabar bool yang lebih giat lagi….
udah,ngopdar aja d.sklian kenal2an.biar bs diskusi vis a vis dgn kepala dingin dan pemikiran terbuka dan yg penting,logis.klo sy nambahin, bs2 mlh tmbh bgng. mas aria pun g ikutan komen krna dh cpk berargumentasi. tp, menurut sya, konsep 0 dibagi 0 adl 1 tdk untuk diajarkan pada anak2 dibangku sekolah,krna akan membahayakan nama baik sang pengajar..
@Mas Eka Santoso
Bigimana sak-belum kopdar… sampean bahas nyang laen sekalian.
http://haniifa.wordpress.com/2007/12/15/nilai-konstanta-pi-227-atau-314/
Saya sebenarnya tidak tertarik dengan diskusi ini karena saya sudah yakin
(dan juga bilangan lainnya jika dibagi ‘0′) itu adalah ‘undefined’ dan juga karena mas Aria sudah mampir ke tempat saya, jadi kunjungannya ‘wajib’ saya balas. Huehehehehe……
Lagipula rasanya naif kalau persoalan
dijawab dengan argumen yang berbau ‘normatif’ seperti “kasihan angka 0 jadi anak tiri” dsb. Lagipula pembagian dengan 0 ini bukan satu2nya yang ‘bikin pusing’, akar pangkat ‘0′-pun juga ‘bikin pusing’ alias ‘undefined’. Nah, jikalau
sama dengan 1. Maka
sama dengan berapa dong jadinya?????
@Mas Yari NK
Wahh… @mas guyon yach !!
Kalau ada pangkat biasanya ada akar, begitu juga kalau ada akar yach.. harus ada pangkat dunk..
Loh… kok jawabannya nggak tegas sih?? Ok deh, sekarang kita persempit… berapakah
itu menurut anda? Harap…. jawabannya yang tegas…. misalnya jawabannya: “0″, “1″ atau “tak terhingga” atau “tak terdefinisi” dsb seperti anda tegas mengatakan bahwa
. Soalnya nanti ada hubungannya juga dengan
….
@Mas Yari NK
Kalau saya jawab dengan tegas, saudara nanya lagi, lagi dan lagi…
SEMENTARA INI BAGI SAYA SANGAT TEGA NEEH BAHWA :
0/0 = 1 dan atau 1 = 0/0 …. TITIK.
Loh…loh…. jawaban “Kalau saya jawab dengan tegas, saudara nanya lagi, lagi dan lagi…” sepertinya merupakan jawaban yang sangat cengeng. Karena bagaimanapun jika seseorang mau pendapat anda ‘diakui dunia’ tentu orang tersebut akan banyak diberi pertanyaan, itu merupakan hal yang wajar. Lagipula saya menanyanya sederhana saja kok, nggak ngalor-ngidul, nggak seperti anda yang jawabannya ngetan-ngulon.
Begini nih…. anda sendiri kan yang mengatakan bahwa bilangan ‘0′ itu bukan misteri, berarti kalau bukan misteri bukan saja
yang bisa terjawab teapi juga yang
atau juga yang
. Kasihan kan yang
atau yang
seperti anak tiri kalau ia tetap misterius…..
Nah… plis deh….. saya ingin belajar dari anda, berapa sih
dan
itu?? Sama sekali nggak sulit kan?? Please, don’t beat about the bush! karena orang pasti akan menyangka bahwa anda sengaja menghindar dan tidak berani menjawab soal sederhana tersebut. Apalagi anda tidak mau menjawab pertanyaan saya, tetapi anda menjawab komen saya di bawah yang sebenarnya tidak perlu dijawab karena komen saya di bawah tersebut hanya sebagai koreksi komen saya di atas. Jangan sampai terlihat anda sangat jittery karena anda sudah terdesak…….
Yah udah….. biar lebih mempermudah sekarang jawab ’setuju’ atau ‘nggak’ aja. Kalau
. Setuju lah yaw?? Nah, sekarang
= ‘undefined’. Setuju?? Udah dipersempit lagi deh tuh…..
@Mas Yari NK
Kok nanya sayah… sehhh , ntar saya di timpukin rame-rame ….
padahal baru bilang 1=0/0 adalah BENAR
Ternyata jawabannya sudah dapat diduga. Padahal saya sudah ngasih jebakan… sebenarnya
bukan sama dengan 0. Tapi nggak kena karena “tikus”-nya udah takut duluan
bukan karena cerdas……@Mas Yari NK
Siapa takut, coba sampean ngerti nggak mengapa saya beri tanda bintang tujuh hehehe
Nb:
Pengabaian “tanda” bilangan negatif dan positip
Posted by haniifa on March 18, 2008
*** perhatiken tanggalnya ***
jika “tikus” maka “Yari NK”…
nb:
Oh yach… selamat menikmati hukum qishash
Weeekz….. latex-nya salah dikit…..
tertulis:
“Lagipula rasanya naif kalau persoalan 00 dijawab dengan argumen……”
seharusnya:
“Lagipula rasanya naif kalau persoalan
dijawab dengan argumen……”
@mas Yari NK
Yang lebih tegas dari saya adalah:
A=A
1 = A/A
1 = 0/0
Titik.
Wassalam, Haniifa.
@Hanifa
Tunjukan ke kami literatur matematika yang mengatakan 0 mempunyai invers terhadap operasi perkalian atau 0 invertible terhadap operasi perkalian, Jika mas tidak mampu menunjukan literatur tersebut. Mohon maaf itu artinya apa yang mas omongkan mengenai 0/0=1 hanyalah omong kosong belaka..
Tolong mas pelajari lagi mengenai konsep lapangan/field pada aljabar abstrak
Oya satu hal lagi ∞/∞ hasilnya bukanlah satu silahkan dilihat disini
@Mas Aria Turns
Mohon maaf itu artinya apa yang mas omongkan mengenai 0/0=1 hanyalah omong kosong belaka..
____________________
#Haniifa = OMONG KOSONG
Menurut saya :
Mohon maaf itu artinya apa yang mas omongkan mengenai 0/0= tidak terdefinisi hanyalah omong kosong belaka..
____________________
#Aria Turns = OMONG KOSONG
A = A
A/A = 1
(OMONG KOSONG) / (OMONG KOSONG) = ADA OMONGAN ….
(baca: komentar, sanggahan, hujatan, pujian, suka, tidak suka, sebel ,kagum… de.el.el )
@Mas Aria
Nambah yach…
ADA OMONGAN = TERDEFINISI
baiklah mas, kalo anda tidak menerima analogi apelnya mas Aria, mari kita pake cara lain…kita pake rumus kecepatan yg paling sederhana (ato lebih tepatnya kecepatan rata-rata):
dengan S jarak tempuh (pake km aja ya), lalu t waktu (anggap aja dalam jam), V kecepatan (satuannya km/jam).
Jika klaim anda
adalah benar…tolong diberi penjelasan bagaimana fenomena ini:
suatu benda yg bergerak sejauh 0 km selama 0 jam ternyata mempunyai kecepatan 1 km/jam?tolong penjelasannya, karena ini membuat saya bingung?terima kasih..
@Mas Winky,/b>
Fenomena V = 0/0 = 1 kilo meter per jam….
__________________________________
Wahhh… kalau saya minum kopi maka air nya berjarak 1 kilo meter terhadap cangkirnya… hehehe atau malah airnya nggak sempat saya minum sebabnya katanya lho !?
Gerak Brown adalah gerakan terus menerus suatu partikel zat cair atau zat gas. Artinya partikel partikel ini tidak pernah dalam keadaan stasioner atau sepenuhnya diam.
SeettZzzz… @mas jangan ribut-ribut sama orang lain yach ?!
@Mas Winky
Ini katanya lagi lho.. !!!
Katanyah elektron itu bergerak terhadap inti atom.
tapi saya juga ngga tahu persis apa elektron, proton atau netron yang bergerak dink…
yang jelas masak antara jarak diatara mereka jadi 1 km setelah satu jam.
waduh mas, sekali lagi saya g paham korelasi jawaban anda dengan pertanyaan saya…tapi ya sudahlah..mungkin sebenarnya anda juga sudah tahu bahwa
adalah konsep yg salah…yg saya tidak mengerti cuman kenapa anda kelihatan begitu ngotot banget mempertahankan klaim
tanpa argumentasi sains yg kuat…
satu lagi…mengenai gerak brown, anda kayake mengutip dari wikipedia indonesia ya?hehehe….begini mas, brownian motion itu salah satu contoh dari proses stokastik, dan jika anda bisa menggunakan proses stokastik untuk mendukung klaim anda maka saya siap mendengarkan…hanya saja tolong berikan argumentasi ilmiah yg kuat..terima kasih…
@Mas Winky
APA GERAK BROWN TIDAK ILMIAH ?!
Kalau saudara menyatakan tidak ilmiah tunjukan kepada saya hipostesisnya, sebaliknya kalau saudara menyatakan ilmilah maka buat saya 1=0/0 sangat-sangat ILMIAH
hehehe…tampaknya anda mulai emosi…jangan dianggap ini masalah pribadi lo mas..saya tidak punya permasalahan dengan anda..saya hanya mempermasalahkan klaim anda
tampaknya semua pengkomen di sini sudah memberikan counter example yg logis secara matematis terhadap klaim anda itu..dan sejauh ini jawaban anda tampaknya belum memuaskan kami secara matematis…lalu saat saya coba bawa ke contoh fisis lewat kecepatan rata-rata anda juga tidak memberikan penjelasan yg memuaskan kepada saya..malah membawa2 topik yg lain…
menurut saya dengan segala counter example yg ada di sini, klaim anda sudah gugur secara sains jika anda tidak bisa memberikan alasan lain yg logis dan rasional…
mengenai gerak brown, saya tidak pernah bilang gerak brown tidak ilmiah, yg saya bilang jawaban anda yg tidak berkorelasi dengan pertanyaan saya yg tidak ilmiah…
oh ya, kebetulan saat ini saya sedang mempelajari proses stokastik, lebih spesifik lagi geometric brownian motion untuk financial modelling..jadi saya sangat senang jika anda bisa memberikan opini anda tentang proses stokastik itu yg anda bawa2 untuk menjawab pertanyaan saya sebelumnya…
terima kasih banyak sebelumnya…mas haniifa g usah emosi mas, setiap orang yg punya teori baru pasti banyak yg menentang, yang penting bagaimana dia bisa membuktikan teorinya itu benar secara logis, rasional dan ilmiah…
galileo dihukum pihak gereja gara2 dia menyebarkan teori heliosentris yang saat itu dianggap menentang ajaran agama, tapi pada akhirnya jelas kan siapa yg terbukti benar…saya cuman ingin anda mengemukakan alasan yg logis dan rasional yg bisa menjawab semua counter example kami…saya akan mengakui anda benar jika anda bisa menjelaskan itu semua….
jangan seperti pihak gereja yg menghukum galileo dengan alasan yg menurut saya lebih kepada ego mereka…
@Mas Winky
Sampean tanya saya jawab secara ilmiah, sampean nyari-nyari lagi masalah lain…
lha bigimana ?!
Oke kita kembalikan pada keinginan sampean tentan v=s/t dalam hitungan km/jam.
Apa sampan pikir bumi ini tidak bergerak heh ?!
(dalam km/jam)
Wassalam, Haniifa.
hua.ha.ha
Siapa yang emosi, sampean mau belek tikus kemudian berasumsi si Tom temen Jery … nggak ada hubungnya kok…
lagi-lagi anda tidak menjawab pertanyaan saya…
Pertanyaan utam sampean adalah perhitung berdasarkan km/jam.
Bumi, Bulan, Matahar.. bergerak dalam hitungan
… Clear
mas haniifa, yg dipermasalahkan di sini dari kemaren tu klaim anda
karena anda tidak menerima analogi apelnya mas Aria, maka saya pake contoh lain..jika klaim anda itu memang benar, bisakah anda menjelaskan benda yg bergerak sejauh 0 km selama 0 jam, perhatikan bahwa selisih waktunya adalah 0…tiba2 anda bisa menyimpulkan kecepatannya 1 km/jam yang diperoleh dari klaim anda bahwa:
mengenai km dan jam itu sendiri hanya satuan, anda bisa mengubahnya menjadi meter dan detik ataupun yg lainnya asalkan dia adalah satuan jarak dan satuan waktu…
malah sekarang anda bawa2 bumi, bulan dan matahari…apakah anda pikir saat bumi bergerak itu selisih waktunya 0?
hehehe…mas haniifa, mas haniifa…saya enggak habis pikir, dari kemaren saya hanya mencoba mengikuti arah omongan anda saja…perhatikan ketika tiba2 anda ngomongin brownian motion untuk beralasan..dan ketika saya tanya balik tentang proses stokastik tidak ada tanggapan…eh, la kok malah anda bilang saya yg nyari masalah lain..
ya sudah mas, sampai di sini saya nyemak saja…
@Mas Winky
malah sekarang anda bawa2 bumi, bulan dan matahari…apakah anda pikir saat bumi bergerak itu selisih waktunya 0?
_____________________
Heibat sekali saudara, dari mana tahu pikiran saya seperti itu ?!
Kalau saya bilang nggak ?!
atau…
Kalau saya bilang iya ?!
atau…
Kalau saya ya nggak ?!
atau
Kalau saya nggak ya ?!
Anehh.. sampean ini….
maaf keluar dari topik.. sebentar nampaknya udah memanas nih..
owh ya saya mau nanya sm mas hanifa..kalo komen di blog ini dan berulang kali memasang link blog kita apa itu menaikkan page rank mas.. coba anda cek page rank anda naik apa ngga? kalo naik kabari saya ya…mas..
saya juga pengin buat kontroversi kalo 0/0=1,234.. biar nanti kalo dibantah sama para matematikawan, walaupun dengan alasan logic sekalipun saya bisa berulangkali komen di blog ini. lumayan menaikkan pagerank blog saya.. ya ngga mas..^^
@Mas atau Mba Emre
Memang kalau page rank saya naik, pendapatan saya bertambah gitu ?!
Soal komentar, menurut saya @mas Aria Turs sangat-sangat terbuka sekali…
Kok sampean jadi sentimentil bigitu…?!
@ Haniifa
Keliatan banget anda sudah tidak mampu berargumentasi mengenai 0/0=1 yang anda yakini, jadi jawaban anda ngawur kemana-kemana…
@Mas Aria Turns
Yang ngawur itu sampean, apa saya ?!
Rasanya semua pertanyaan, saya jawab dan tidak saudara tindak lanjuti lagi.
Soal sampean setuju dan atau tidak setuju… kembali kepada pribadi masing-masing pembaca dunk.
Ngawur sampean. !!!
Saya barusan bertanya kepada anda apakah anda mampu menunjukan literatur matematika yang mengatakan 0 mempunyai invers terhadap operasi perkalian atau 0 invertible terhadap operasi perkalian?
Tapi anda malah menjawabnya dengan becanda. Jadi sapa yang ngawur?
Sejak kapan sampean jadi DOSEN saya ?!
Ya Allah mas, saya ga habis pikir, semua orang2 di sini berusaha menyadarkan njenengan bahwa 0/0 = 1 adalah konsep yang salah, yang menjadi kesimpulan di tulisan njenengan dan Anda yakini sampai detik ini. orang2 di sini juga berusaha menggunakan persamaan2 matematis yang mudah dicerna dimana kebanyakan menjadi counter example (contoh yang salah) dari klaim njenengan.
keep writing mas!
oh iya, kan njenengan kan suka ngopi statemen saya yang berbunyi: sebuah klaim, teorema, atau lemma, haruslah berlaku untuk sebarang atau semua elemen domainnya. artinya jika ada minimal satu contoh yang salah dari klaim tersebut maka gugurlah sudah klaim njenengan itu. coba njenengan lihat sendiri, berapa banyak counter example yang ada di sini?
aku salut sama njenengan mas, anda konsisten, padahal aku tahu bahwa njenengan sedang mempermalukan diri sendiri.
@Mas Samsul Arifin
Kemaluan sampean saya jawab di artike sayah
http://haniifa.wordpress.com/2008/03/18/45/#comment-1860
Hahaha, baca artikel ini sama artikelnya mas Haniifa saya jadi ketawa sendiri. Kalau ndak salah mas Haniifa menyatakan 0/0 = 1 itu karena diilhami oleh ayat Al-Qur’an. Sedangkan mas Aria Turns ini menyangkal 0/0 = 1 dengan cara ilmiah. Karena itu jelas nggak nyambung dunk.
Hmmm, ini jadi mengingatkan saya pada Teori Kreasionisme di filsafat. Yang pada penerapannya sejuta argumen bisa dikeluarkan untuk mempertahankan pendapat bahwa “Anjing Mata-Mata Planet Venus”. Itu saya pikir sama dengan kondisi yang terjadi di topik ini.
Tapi buat Mas Haniifa dan Mas Aria Turns, saya ndak bakal menggugat pendapat sampeyan berdua. Mari deh, kita sama-sama gunakan apa yang kita percayai itu untuk berbuat baik. Karena jujur, sebagai orang matematika (ceileh!) saya juga percaya kalo 1+1=0.
Tapi itu ada ceritanya dan panjang klo diceritain disini.
@Mas Mawi Wijna
</i
Tapi itu ada ceritanya dan panjang klo diceritain disini.
____________________
Lha itu kebetulan beliau kok pake tanya-tanya literatur matematika segala… memangnya saya perpustakaan gituh ?!
Soal sampean matematikawan itu urasan sampean…. dunk
Lha kalau saya matematikawan gimana ?!
Atau saya juga seorang fisikawan ?!
Atau saya juga seorang Analis sistem ?!
Atau saya sekedar tukang bakso ?!
hihihihi, saya tiba-tiba inget pepatah lain padang lain belalang, dimana tanah dipijak disitu langit dijunjung. Setau diriku kita mesti hati-hati kalau bersua di ranah yang asing. Bagi Mas Aria Turns dan komentator yang lain, matematika mungkin ranah yang tak asing. Buat Mas Haniifa sendiri bagaimana?
Buat saya MATEMATIKA dan ALGORITMA sangat menarik dan bagaikan saudara sendiri, bahkan rebus SATU telur juga tak asing… hehehe
Berakit-rakit dahulu,
Berenang renang ketepian,
Bersenang kamu sekalian,
Pas renang kalian dicaplok buaya
Selamat menikmati hidangan buaya…
Arti dari
adalah
. Jadi, bila ada kasus
ini benar, sebab
.
Tetapi perlu diketahui bahwa bentuk
disebut sebagai bentuk tak tentu, sebab nilainya bisa berapa saja (dengan menggunakan definisi tadi). Jadi, bila ada yang mengatakan
juga boleh, Kalau ada yang mengatkan
juga boleh, dan seterusnya.
Boleh saya tambahkan, bentuktak tentu sudah pasti tak terdefinisi tapi belum tentu sesuatu yang terdefinisi merupakan bentuk tak tentu, Didalam matematika sesuatu dikatakan terdefinisi jika itu pasti dan tidak ambigu, berdasarkan penjelsan Kang Jupri, 0/0 itu ambigu tidak tentu, tidak pasti maka 0/0 bisa kita katakan tidak terdefinisi.
@Mas Mathematice
Saya jawab disini yach, soalnyakan sama :
http://haniifa.wordpress.com/2008/03/18/45/#comment-1839
Saya pikir dengan menggunakan definisi yang saya tulis, maka makna tak tentu dari bentuk
dapat dipahami secara masuk akal (logis).
Andaikan tak mengikuti definisi tadi, bagaimana kita mengatakan bahwa bentuk
adalah bentuk tak tentu? Bagaimana penjelasannya?
Bentuk
merupakan bentuk taktentu hanya dalam konteks limit saja. Ada alasan kenapa kita bilang bentuk
dan tidak langsung mengatakan
, alasannya kita tidak benar-benar bicara tentang
tapi suatu yang berbentuk
.
Dalam konteks limit ia dikatakan bentuk tak tentu karena kita tidak bisa menyimpulkan hasil limitnya hanya dengan melihat bentuk
ini.
Nah si
ini tidak mungkin mempunyai nilai bilangan real, karena manakala kita menerima hal ini contohnya
akan mengakibatkan
dan ini menyebabkan
.
Saya fikir juga mengikut alur yang saya fikir
@Mas Wachmat
Ahhmm masa hanya gara-gara 0/0=1…. jadi menyebabkan 1 = 2
Mungkin sampean pernah ngutang sama lintah darat yach… utang 1 juta bayar 2 juta
@ Haniifa
Apa anda sadari bahwa anda lebih sering membalas komen yang masuk di postingan ini dibanding saya sendiri sebagai sang pemilik blog?
Blog ini dibaca oleh banyak penggiat matematika (baca:Matematikawan) di Indonesia, saya yakin semakin lama akan semakin banyak matematikawan yang berkomentar di postingan ini untuk menentang kosep anda (0/0=1), itu artinya anda harus rajin2 mengunjungi blog bsaya ini.
Anda berani berkonfrontasi dengan alumni S1 math UGM, Dosen Math UPI lulusan S2 belanda dan peraih mendali olimpiade Math Internasional
Tinggal menunggu waktu sampai ada Profesor Matematika yang turun gunung untuk berkomentar disini,
Dan saya ingin tahu, apa anda berani berkonfrontasi dengan seorang profesor Matematika?
@Ariaturn: maaf jika saya kegeeran.
Jika yang anda maksud dengan peraih medali olimpiade Math Internasional itu saya, maka saya ingin meluruskan bahwa saya tidak pernah mengikuti olimpiade math internasional.
Jika yang anda maksud tersebut bukan saya, that’s even better
.
@Mas Ariaturn
Blog saya terbuka bagi khalayak ramai
1. mungkin pakar matematik
2. mungkin pakar fisika
3. mungkin fakar astronomi
4. mungkin fakar geologi
5. mungkin fakar kesehatan
5. mungkin semua yang super ahli
6. mungkin anak sd s/d smu
7. mungkin anak yang tidak pernah mengikuti bangku sekolah
Lebih luas blog sayah kan…
Untuk anak TK dan IQ jongkok juga diterima kok.
@Mba Fietria
Terimakasih lho, lupa anak teka ketinggalan…
Memberi apel = memberi berarti barangnya harus ada
memberikan 0 apel pada seseorang = itu artinya tidak memberikan
nasib 0 entah kemana jika dianggap tidak ada.
dia si 0 ada pada 10,20 dst…tapi entah kenapa 0 itu dianggap tak ada.padahal dia ada ….
bwingung dgn teori matematika…kok yang tak ada diikut sertakan.
1000.artinya apa…..???
1,tidak ada,tidak ada,tidak ada.
tak tahulah….
@Mas Ayruel
Jika sayang tukang dagang buah apple yang sangat ramai pengunjungnya.
a. mas minta apple sekilo dunk
b. entar lagi sibuk.
a. berapa lama.
b. sebentar kok @mas
a. wait and see
c. mas minta apple sekilo saya juga.
b. Islam mengajarkan “janji” adalah hutang, maka jika pedagangnya jujur walaupun ada yang sanggup beli dengan nilai tinggi dari last apple.., yach mesti diberikan ke si a dunk… hehehe
-:: Mathematics Algorithms ::-… silahken @mas ayruel click
Wassalam, Haniifa.
Itu karna kita pake sistem bilangan basis 10 (desimal), coba bandingan dengan penulisan bilangan romawi
X=10
L=50
C=100
D=500
M=1000,
Mm..dari komen anda, saya jadi punya ide untuk menulis mengenai axiom of infinity pada ZFC, aksioma tersebut mengatakan kita bisa membentuk himpunan yang tak hingga banyaknya padahal himpunan tersebut sebenarnya kosong…
ayuh..mas..semangat bikin gebrakan baru…tunjukkan pada dunia…
ayuh..mas..semangat bikin gebrakan baru…tunjukkan pada dunia…
___________________
Beliau kan hebat jadi bikin gebrakan…
http://ariaturns.wordpress.com/2009/06/19/erase-all/
yach yang susahnya kan begini:
saya memberikan barang yang tak ada(0 jika dianggap tak ada) pada si anu…
???
ach tak tahulah…kasihan dikau 0…kau dianggap tak ada….
Mana si manusia nggak jelas, yang mikirnya lelet kayak warnetnya,…
Hmmmm…
karena disini tempat yang tepat ntuk nanya matematika …saya mau mengutarakan unek2 saya dikit..boleh yach mas aria…
3 apel dikurang 2 apel = yap jawabannya tersisa 1 apel
tapi bagaimana dgn ini:
0 apel(tak ada apel) dikurangi 4 = ???
yang mau dikurangi apa???
ok begini dech:
5 tentara tertembak 4 tentara ,maka tersisa 1 tentara
0 tentara(tak ada tentara) tertembak 8 tentara….???
sampai saat ini saya masih bingung ….
jika dijawab -8….hmmm…..sedangkan tentara nya tak ada…
ok lach …
8 tentara tertembak 10 tentara = ???
tentara itu cuma ada 8…kok bisa jawabannya -2
Sebenarnya..bukan jawaban saja yang bisa salah.
pertanyaan juga bisa salah.
begitu juga saya bisa salah …karena sudah tentu saya bukan ahli dalam bidang ini…tolong jelaskan pada saya yang tak mengerti ini.
Gampang dong jawabannya!! Kan ke 0 tentara itu ada di dalam sebuah planet, dan 1 kilometer di depannya kemungkinan ada 8 orang tentara. Nah, karena mungkin saja kedelapan tentara itu bergerak sesuai dengan gerak brown maka ada kemungkinan tentara itu tertembak oleh peluru tersebut walaupun kemungkinannya kecil sekali. Ya kan??
Nggak nyambung ya?? EGP…. sekali2 dong gue pengin njawab yang nggak nyambung….
@Mas Yari NK
Bigimana @mas, sampean jangan keluar manusia nggak jelas… lelet mikir gicuh lho
@Mas Yari NK
Bigimana @mas, sudah sampean pelajari….. ?!
@Yari NK
Coba saudara pelajari dengan tenang artikel saya yang ini, mudah-mudahan saudara dapat tenang
http://haniifa.wordpress.com/2008/03/18/pengabaian-bilangan-negatif/
mas, terus terang saya ndak tahu apa yang njenengan pikirkan saat ini. pertanyaan njenengan ga ada hubungannya dengan konsep 0/0 = 1 yang ditentang banyak orang di sini. aku tahu bahwa njenengan ingin membantu mas haniifa tetapi justru hanya memperkeruh suasana saja menurutku. kalau bisa dengan persamaan matematis dong, biar aku dan kawan2 di sini bisa sedikit mengerti, karena latar belakang pendidikan kami kebanyakan dari jurusan/program studi matematika sepertinya. maaf kalau tidak berkenan.
@Mas Samsul Arifin
)
Coba klik-ini,suananya saya sampean jamin lebih keruh…
(First Edition… lho
Tampaknya mas chana tidak memberikan contoh dengan baik!!! Mas ga lulus SD yah???
3 apel dikurang 2 apel?? Bagaimana mungkin apel bisa mengurangi apel???
Contoh yang benar kayak gini mas:
Ada 3 apel di kulkas. Jika 2 apel dimakan Budi maka tersisa 1 apel di kulkas!!! ini analogi dari 3-2 = 1
Jadi 0 apel dikurangi 4 apel itu juga salah. Contoh yg benar kayak gini:
Tidak ada apel di kulkas. Jika 4 buah apel ingin dimakan oleh Budi maka jumlah apel di kulkas kurang 4 buah. Nah ini analogi yang benar dari 0-4=-4.
Untuk contoh tentara juga agak salah:
5 tentara tertembak 4 tentara, maka tersisa 1 tentara
Yang benar itu:
Ada 5 tentara di medan perang. Jika 4 tentara tertembak mati maka tersisa 1 tentara di medan perang.
0 tentara(tak ada tentara) tertembak 8 tentara….??? Begini contoh yang benar:
Tidak ada tentara yang tersisa di medan perang. Jika mas chana ingin 8 tentara tertembak mati lagi di medan perang, maka di medan perang masih kekurangan 8 orang lagi tentara!!!
Jika ingin membuat analogi dari matematika abstrak ke dalam dunia real atau diskrit, mas harus tahu donk bagaimana bedanya!!
Setahu saya sich 0 : 0 itu tidak terdefinisi,,,
_-_ numpang lewat aja,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
Setahu saya sih terdefinisi 0:0 = 1
@ Ayruel Chana
Kata Dosen saya sich….Penjelasan matematika tidak harus dengan penjelasan kontekstual,,,,
salam knal -_- New bie
@Mas The_JaeV
Sama dengan kata guru teka sayah… , katanyah ya katanyah hehehe
@The_JaeV
wach anda nyinggung mas aria yach…ada apel 5 buah ditangan saya.anda ambil 2 apel yang ditangan saya…ech apel…apel ku tinggal berapa.hhhh..apelku tetap 5 walau numpang ditangan anda…ech EGP juga kata mas yani…
Mungkin yang dimaksud matematika “Abrakadabra”….
saya coba pake kalkulator yang ada di komputer… hasilnya:
“the result of the function is undefined”
nah lhoo…
@Mba Hapitri
Saya juga nyoba ahhh pakai “Change date and time setting..”
OS Win Vista: tahun terkecil 1900…
nah lhoooo… apa nggak ada kegiatan sak urunge !?
Tunggu….tunggu….
ketika saya coba menghitung 0/0 menggunakan SEMPOA, hasilnya adalah : saya cekikikan.
berdasarkan haniifa 0/0=1,
maka didapat,
0/0=1= cekikikan
atau
1 = cekikikan.
BHOEEYYYY
…
dapet deh teorama baru….
.
.
+Jelasnggak : Mas, saya mau beli baju dong di toko njenengan
-Pedangang : Oke mas, … mau ambil berapa mas jel…?
+jelasnggak : kikikik …kikikik…
-Pedagang : Oooo… mau ambil 2…
@Manusia nggak Jelas
ketika saya coba menghitung 0/0 menggunakan SEMPOA, hasilnya adalah : saya cekikikan.
______________
Hua.ha.ha
Makanya belajar baca Al Qur’an, coba perhatiken ayat yang lazim disebut Umul Kitab, lihat gambar… hehehe…. (baca: huruf hijaiyah menurut sampeankan gambar ….. )
http://haniifa.wordpress.com/2009/05/13/rahasia-alquran-dibalik-huruf-hijaiyah/
Ayat pertama = BERINDEX SATU
Biji SEMPOA pertama = BERBIJI SATU
Pantasan kamu cekikikan sendiri wong biji ke nol ada di isi batokmu yang NOL BENJOL… mau sampean simpan di SEMPOA
Semprull kamu…
Yang ilmiah ahhh kalau nanya, malu neehhh sayah sama rekan-rekan.
@Jelasnggak
Biar keren dikit untuk menutupi kedunguan sampean,
mbok- ya nulis-nulis pakai latex script kkek….. setidaknya sayah nggak tega bilang sampean “domba dungu” …
@Hai para Ahli Sempoa
IQRO !!
http://haniifa.wordpress.com/2009/05/13/rahasia-alquran-dibalik-huruf-hijaiyah/
Ayat pertama Al Faatihah = BERINDEX SATU
Biji SEMPOA pertama = BERBIJI SATU
Wassalam, Haniifa.
@All
Bagi siapa saja yang bisa mengoreksi/ mengkritisi penemuan sayah ini, maka dengan segala hormat akan saya anggap GURU BESAR MATEMATIKA.
http://haniifa.wordpress.com/2008/03/15/al-quran-mengenalkan-operator-logical-baru/
Wassalam, Haniifa.
マレーシアはファックだと思う。マレーシア人は創造的じゃなくて、馬鹿なんで、彼らはインドネシア人のアートを盗む。マレーシアもインドネシアからアンバラトを盗みたい。私はマレーシアがとても嫌い。あなたは同意ですか。
インドネシア人から。
注記:
この言語を分からなければ、Google Translateとこれを翻訳してください。サポートインドネシア。
Bagi siapa saja yang bisa mengoreksi/ mengkritisi penemuan sayah ini, maka dengan segala hormat akan saya anggap GURU BESAR MATEMATIKA.
———
mengoreksi dengan mengkritisi itu berbeda mas..
mengoreksi –> membetulkan yang salah
mengkritisi –> mempertanyakan/memberikan sanggahan (tapi tidak membetulkan)
contoh mengoreksi
haniifa : 1 + 1 = 1000
jelasnggak : Salah tuh mas… yang bener 1 + 1 = 2
contoh mengkritisi
haniifa : 0/0 = 1
jelasnggak : menurut teorema SEMPOA…… 0/0 = cekikikan… gimana dong…?
gitu.
.
.
..
.
kalau mau jadi dumbass janga keterlaluan laaa…
@Jelasnggak
Jadi kesimpulan sampean komen di artikelku apa ?!
mengoreksi –> membetulkan yang salah
mengkritisi –> mempertanyakan/memberikan sanggahan (tapi tidak membetulkan)
_________________
Hua.ha.ha.
Karena menurut definisi saudara sendiri, maka dengan sangat “bangga” saya katakan saudara adalah seorang yang ber- IQ Jongkok…
#Manusia dungu :
@Haniifa
Udah nggak usah banyak cingcong. Jawab aja dulu pertanyan saya
______________________
#Haniifa :
Udah jelas dari awal saya nggak banyak cingkong, cuma SATU CINGCONG yaitu 0/0 =1.
#Manusia-manusia dungu
Jawab aja dulu pertanyan saya
______________________
#Haniifa :
Baaca aja dulu artikel saya ini…!!
#Yari NK and kerabatnya…
Q#$^2$?!@???
__________________
#Haniifa :
INSYA ALLAH, mereka setela membaca artikel tersebut, mirip orang yang keseleg lampu bohlam….
#Audien :
Rasaken…
Saya hanya ingin menyampaikan gagasan saya tentang masalah ini (bukankah berpendapat itu hak setiap warga negara?jadi boleh2 aja donk, hehe…santai saja…:D). Pertama adalah tanamkan bahwa yang kita bicarakan hanyalah bilangan real, dan tak hingga bukanlah bilangan real. Mengapa 0/0 hasilnya tak terdefinisi?jawaban saya karena 1/0 hasilnya tak terdefinisi. Perhatikan bahwa:
0/0 = 0*(1/0)
kemudian bilangan 0 ( terdefinisi) dikalikan tak terdefinisi hasilnya tentu tak terdefinisi. Jadi terbukti.
NB: Knp 1/0 tak terdefinisi?
Perhatikan bahwa
1/1 = 1
1/0,1 = 10
1/0,00001=100000
1/0,00000000001 = 100000000000
dst.
didapat kesimpulan bahwa 1/a untuk setiap a bilangan positif semakin mendekati nol, maka hasil 1/a akan semakin membesar. Padahal 0<a, tentu saja ini berakibat 1/a < 1/0, yang berarti bahwa 1/0 tak terdefinisi.
@Mas Adif Laksana
Perhatikan juga dunk..
1/-1 = -1
1/-0,1 = -10
1/-0,00001=-100000
1/-0,00000000001 = -100000000000
dst.
didapat kesimpulan bahwa 1/-a untuk setiap -a bilangan NEGATIF semakin mendekati nol, maka hasil 1/-a akan semakin MENGECIL. Padahal -a<0
ini berakibat 1/a = membesar untuk 0<a dan 1/-a = mengecil untuk -a<0… dua nya-nyah TIDAK SAMA DENGAN NOL.
SEHINGGA : 0/0 = 1
Justru karena itu mas hanifa, x/0 tidak terdefinisi, di satu sisi ketika x/a di mana 0<a<1 dan a mendekati 0, x/a malah membesar, dan di satu sisi ketika x/a di mana -1<a<0 dan a mendekati 0, 1/a malah makin mengecil. Jadi x/0 bisa plus tak terhingga atau minus tak terhingga. x bisa bilangan real selain 0.
Dan 0/0 itu tidak terdefinisi.
Mengapa?? Karena ada kontradiksi antara x/0 dan 0/x.
x/0 itu tidak terdefinisi (plus tak terhingga atau minus tak terhingga) sedangkan 0/x itu sama dengan 0 (x boleh bilangan apa saja selain 0). Karena itu susah diputuskan hasil 0/0 itu apakah 0 atau bilangan real lainnya.
Contohnya:
0×3=0 jika dibalik perhitungannya 0/0=3
0×7=0 jika dibalik perhitungannya 0/0=7
0×9=10000 jika dibalik perhitungannya 0/0=10000
0×9=888 jika dibalik perhitungannya 0/0=888
dan tentunya 0×1=0 yang jika dibalik perhitungannya 0/0=1 juga termasuk.
Namun karena sifatnya yang tidak menentu inilah sehingga 0/0 dikatakan tidak terdefinisi!!!
http://haniifa.wordpress.com/2009/07/08/charles-babbage-bukanlah-ahli-sempoa/
Hik hik hik, entah kenapa saya bahagia mengamati perdebatan di sini.
@Mas Lovepassword
Mau tanya Seefek kesetrum IQ Jongkok …
Haloo ada yang tahu ….Gara-gara ke setrum IQ = Jongkok he.he.he.
Mas Aria….. saya mau tanya nih sedikit. Jikalau 1/0 juga ‘undefined’ sebagaimana 0/0, apakah berarti 1/0 = 0/0 ??
Semua pada gak bener……..
Yang bener tuh ya mas hanifa ……
Gimana seh kalian semua ……
o/o itu ya satu, 0/0 = 1.
Masih pada gak ngerti juga kalian semua ???
He..he..
Ngapunten semua,
Tadi saya lagi kesurupan, jadinya setuju deh 0/0 = 1.
Mohon dimaklumi deh temen-temen, mungkin mas Hanifa yang terhormat lagi bernasib sama kayak saya tadi, jadinya ya bener tuh 0/0 = 1.
Kalau dalam dunia waras??? Ya temen-temen yang is the best.
Bukankah komen dari prof math yang ditunggu-tunggu ya.
0/0 itu “indeterminate” (bukan undefined) dan 1/0 itu “undefined”
http://mathforum.org/dr.math/faq/faq.divideby0.html
Apakah sesuatu yang indeterminate itu terdefinisi?
indeterminate itu sudah pasti undefined tetapi yang undefined beum tentu indeterminate
“What is the value of 0/0? (Is it really undefined or are there an infinite number of values?)
There’s a special word for stuff like this, where you could conceivably give it any number of values. That word is “indeterminate.” It’s not the same as undefined. It essentially means that if it pops up somewhere, you don’t know what its value will be in your case. For instance, if you have the limit as x->0 of x/x and of 7x/x, the expression will have a value of 1 in the first case and 7 in the second case. Indeterminate.”
(Penjelasan dari http://mathforum.org/dr.math/faq/faq.divideby0.html)
Di http://en.wikipedia.org/wiki/Undefined dapat terlihat bahwa 0/0 ada diklasifikasikan di di dalam daftar “Indeterminate forms”.
Penjelasan yg diberikan untuk section tsb:
“They are defined in some, but not all contexts, as described in sections of this article. They are also indeterminate forms, if they occur as the limit of an expression it may be possible to find the value of the limit using other means.”
Sayangnya tidak ada citation atau penjelasan yg lebih lengkap dan precise di kedua sumber tersebut. Mungkin anda dapat menemukan lebih lanjut di buku2 matematika. Kalau anda ada referensi mengenai itu berikan saja di sini atau send saya message, saya akan dgn senang hati membacanya.
PS: Yg disebutkan oleh Haniifa mengenai “tidak relevan dan bahkan agak misleading untuk anda menyebutkan kredibilitas orang” itu kritikan dari saya untuk anda (Aria). Di halaman blog dia jg saya mengkritik bhw anda tidak perlu beranjak dari satu contoh kontradiksi (nice example btw), matematika itu pembuktian mekanik, bukan persuasif, apalagi personal opinion.
@Kang Aria Turns
Mohon maaf, saya sedang mengajak @Mas Karl Karnadi untuk membuktikan komentar nya mengenai:
Untuk @Mas Karl Karnadi mari kita bicara baik-baik apapun disiplin ilmu /status sosial saudara disini:
http://haniifa.wordpress.com/2009/08/11/konsep-bilangan-biner-berawal-dari-al-quran/
Wassalam, Haniifa.
@haniifa
aduh nak nak kamu bapak cari kemana-mana ternyata nyasar disini toh…..maap yah saudara/saudari kalo anakku ini buat kekacauan….nak yuk pulang…:mrgreen:
@Dhammaduta
, jadi nggak masuk AGAM ASLAM,
Eyang gundul…
@mbah Dhut kalau sampean mau pinter Matematika, Fisika, Komputer, Bahasa… dll. ldd, ldl… hua.ha.ah… buruan insyaf !!
Nehhh buktinyah :
http://qarrobin.wordpress.com/2009/11/01/hukum-pergantian-kekuasaan-di-muka-bumi/
Maaf Lalat : Eyang @Dhuta Gundul
, jadi nggak masuk AGAMA ISLAM
Eyang gundul…
(salah ketek… hehehe)
Mas, permisi. saya mau numpang nanya,,
Mas masih ingat bil. faktorial gak ?
yang contohnya. 2!= 2×1 atau 5!= 5×4x3×2x1..
Nah kalo begitu saya ngerti cuma yang saya bingung, bagaimana 0!= 1
darimana itu ? masak 0!=0×1x2×3.. hasilnya’kan 0, Mas bisa menjelaskan gg ? terima kasih…
silahkan baca
http://ariaturns.wordpress.com/2008/08/17/kenapa-01/