Empat dari Lima

Sumber: annikeris.com

Sumber: annikeris.com

Ada 5 murid yang mengumpulkan tugas kepada gurunya. Setelah selesai diperiksa, Guru tersebut mengembalikan tugas secara acak. Berapa peluang hanya 4 murid yang mendapatkan kembali tugasnya sendiri dengan tepat?

Soal peluang diatas saya berikan kepada 15 siswa kelas XI jurusan ipa karena materi peluang sudah mereka pelajari. Ternyata tidak ada satupun yang bisa menjawab dengan benar. Padahal jawabanya mudah saja Peluangnya Nol. Lho kok bisa? Jelas saja, jika 4 murid mendapatkan kembali tugasnya sendiri dengan tepat maka murid ke-5 juga sama mendapatkan kembali tugasnya sendiri.

Soal diatas adalah soal yang berhitungnya mudah tapi berpikirnya susah.  Tipe soal inilah yang dibutuhkan dalam pembelajaran matematika karena belajar matematika itu belajar berpikir, menganalisis, memahami persoalan. Akan  tetapi sayang di sini yang terjadi sebaliknya anak- anak sekolah dijejali soal yang berhitungnya rumit tapi berpikirnya mudah. Jadi maklum saja ke 15 siswa yang yang berikan soal diatas tidak ada satupun yang bisa jawab karena mereka tidak terbiasa dengan soal “mikir” kayak gini.

Advertisements

About Aria Turns

Seorang Alumnus Matematika UGM, dengan ilmu yang didapat ketika kuliah (Padahal sering bolos kuliah :p ), saya menyebarkan virus matematika
This entry was posted in Pendidikan, probabilitas and tagged , , , . Bookmark the permalink.

5 Responses to Empat dari Lima

  1. Mita says:

    Mas, ma’af bisa tolong jelaskan alasannya.
    Karena menurut saya, yang ditanyakan adalah peluang kejadian setiap siswa mendapatkan kembali tugasnya masing-masing atau jawabannya adalah 1/5! (1/5faktorial)

  2. hehehe.. mantap mas blog nya. Nampaknya memang kemampuan berpikir kita lebih rendah drpd kemampuan menghitung. Ini saya alamami dan saya sadari pada saat hampir lulus S1. pada saat saya makin banyak belajar filsafat 🙂

  3. hokimank says:

    benar kak, biar matematika engga dianggap sebagai suatu hal yang pake kalkulator selesai

  4. Istanamurah says:

    ya memang seharusnya sih disesuaikan yaitu pembelajaran yang diberikan harus sesuai dengan kapasitas murid, 😀

Silahkan, tinggalkan komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s