mbah google gak selalu bener II

Saya sudah pernah menulis mbah google gak selalu benar, mengenai kesalahan google dalam menghitung bilangan-bilangan yang sangat besar. Semalam saya menemukan lagi kesalahan google dalam menghitung {\displaystyle \tan(\frac{\pi}{2})}, sudah pernah saya katakan disini bahwa {\displaystyle \tan(\frac{\pi}{2})} tidak terdefinisikan /undefined.

Tapi menurut google nilai tan(π/2) adalah 1.63317787 × 1016

tan90Waduh..piye to mbah Google kan udah saya kasih tau kalo tan(π/2) itu tidak terdefinisi hehe 😛

Darimana google mendapatkan nilai segitu?

Menurut saya itu karna Google menghitung \pi dalam bentuk gradian bukan derarajat jadi menurut google nilai \pi adalah 3.14159265… (entah sampai berapa angka google menghitung \pi) lalu dibagi 2 kemudian dimasukan ke fungsi \tan(x), diperoleh dech bilangan 1.63317787 × 1016

Jadi itu hanya nilai pendekatan saja, approximation {\displaystyle \tan(\frac{\pi}{2})\approx1.63317787\times10^{16}} dan bagaimanapun juga nilai {\displaystyle \tan(x)} dititik {\displaystyle x=\frac{\pi}{2}} adalah tidak terdefinisi /undefined

 

 

———————————————————————————————————————————————-
**Ingin mendapatkan kaos unik bertema matematika silahkan kunjungi kaos.ariaturns.com**
Advertisements

About Aria Turns

Seorang Alumnus Matematika UGM, dengan ilmu yang didapat ketika kuliah (Padahal sering bolos kuliah :p ), saya menyebarkan virus matematika
This entry was posted in website and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

15 Responses to mbah google gak selalu bener II

  1. masarif says:

    Tidak menyangka, topic diluar lingkurang SARA bisa juga memanas. Ga da senyum sama sekali 🙂

    @adit38: :manggut2:

  2. adit38 says:

    @rio
    Saia ga tau definisi rank apa itu td, kenapa mesti malu.
    Trus masalah tangen itu, tau definisinya ga? Cuma perbandingan sudut (sisi2 segitiga siku2).
    Saat sudut 90, perbandingan tidak bs dilakukan, makanya tan 90 tak terdefinisi.
    Masalah tan=sin/cos kan cm teorema yg lahir dr pendefinisian tangen, dah hebatnya teorema ini justru lebih populer.
    Masalah devide by zero itu sami mawon dengan tak terdefinisi.
    Wong komputer emang ga bs mendefinisikan pembagian dgn nol makanya muncul istilah devide by zero.

  3. saveav says:

    saya bukan temennya mas turns (hehehe)

  4. Aria Turns says:

    @Rio
    Kita tahu matematika itu ilmu yang luas, tidak mungkinlah kita tahu semua definisi, semua theorema, semua konsep yang ada dalam matematuka
    jika anda tahu, sesuatu hal mengenai matematika, yang saya dan juga pembaca blog ini tidak megetahuinya.
    Kenapa anda tidak membaginya?
    Beginikah sikap seorang alumnus matematika ugm? menyombongkan ilmu matematika yang dimilikinya?

  5. rio says:

    pada semedi nih

  6. rio says:

    tet ini loh tau ndak, loh kualat ESQ, pake judul yang serem ESQ ngaco. Apa loh lupa kalo ESQ itu berbasis agama, aku aku yakin loh kena pelet. Lha iya toh…loh keperosok sendiri. Coba baca tulisan loh

    “jadi dengan rank deficient kita bisa memperoleh tan(pi/2)=0/0. gitu ya maksud ya? kurang paham nich”

    Sapa yang dak tahu kalo blog ariaturns ini belakangan booming, ee dak dinyana bosnya dak bisa buktiin kalau tan(pi/2)=1/0 itu bener, itu satu. Terus, dua, ee dak paham rank deficient, ancur nih reputasi Prof.Sri Wahyuni kalo baca blog loh.

    Benernya sebagai kakak kelas loh, aku mau bocorin jawabannya. Tapi aku baca komen di ESQ ngaco fans loh ada yang ngomporin kalo matematika itu eksak. ya ..aku simpan dulu jawabanku, bagaimana menurut loh?

  7. winky says:

    iya nih mas Rio aku juga g paham maksud panjenengan tu gimana,kok ada rank deficient segala??

    Kenapa harus sok ngetes bu Sri Wahyuni??menurut saya kalo mau tanya tinggal nanya aja,g usah pake sok ngetes2 segala..Kalo menurutku sih diskusi di sini bukan untuk membuktikan sapa yang paling pinter,tapi untuk saling membagi ilmu, jadi kalo bisa mas Rio jelasin dunk yang panjenengan maksud tu gimana??biar saya yang bodoh ini juga bisa ikut belajar….makasih 😀

  8. Aria Turns says:

    emang beda ya not defined dengan devide by zero
    kok ada rank deficient segala?
    rank deficient kan kalo rank<n untuk suatu n order dari matriks ya kan?
    jadi dengan rank deficient kita bisa memperoleh tan(pi/2)=0/0.
    gitu ya maksud ya?

    kurang paham nich…

  9. rio says:

    tet, waktu aku garap tesis, aku saban hari ketemuan ama 1/0 waktu aku kerja optimasi. Pesannya apa coba, bukan not defined tapi devide by zero. Padahal yang aku kerjain dak hubungan ama tangen, tapi lebih karena adanya rank deficient. Nah yang kusebut terakhir ini bu Sri Wahyuni pakarnya. Gimana kalo loh pura2 nanya rank deficient dulu, baru ngetes beliau bisa tidak buktikan tan(pi/2)=0/0 dulu, baru….di

  10. Aria Turns says:

    Haha..komen di luar tanggung jawab saya loh..

  11. rio says:

    aku paling kesel hari ini ngajar bimbel. Kutanya berapa tangen 90 derajad? ada yang ngacung 5 kak? tahu dari mana loh? Dia jawab dari blog nya aria. Kan tangen 90 derajat itu tak terdefinisikan, jadi boleh
    1, 2, 3, 5, 85, ..
    Keknya dia ngacu ke jawaban teman loh tet.

    saveav Says:
    November 27, 2008 at 7:00 pm

    mau tanya nih, hehe, maaf kalo blongor. Bukan orang Mateik, cumak Algoritma (Komputer).

    Bukannya tak hingga itu segala angka bisa di sebutin?

    Jadi tak hingga (00) itu bisa 1, 2, 3, 5, 85, .. 99999999999999999(takhingga……). ???

  12. rio says:

    itulah yang dak enak kok endingnya definisi. Loh sudah bener tan(pi/2)=sin(pi/2)/cos(pi/2)=1/0 alias tidak terdefinisikan sesuai kesepakatan kalian. Lalu aku kejar apa buktinya kalo itu bener? ya jawabanku tan(pi/2)=0/0 dulu baru di….wah wah wah….

  13. Aria Turns says:

    Lho piye to mas? bukannya kemarin kita dah sepakat kalo tan(pi/2) itu tidak terdefinisikan..

  14. rio says:

    aku bukannya apa2, loh kan adik2ku di math ugm. Jawaban yang bijak untuk tan(pi/2) mu itu ya 0/0, tapi ………hayo teruskan sendiri. Kalo masih dak bisa tak laporkan bu Sri Wahyuni lo ya, masyak gitu aja dak bisa. Malu dong sama ESQ.

  15. rio says:

    ya itulah representasi untuk angka takhingga kalau loh pakai double precission. Gimana ini… belun2 sudah nyalah-nyalain melulu.

Silahkan, tinggalkan komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s