Perkalian Jepang

Masih tentang perkalian. Sudah lihat video di atas? Menarik bukan? Perkalian Jepang, konon katanya merupakan cara anak-anak SD di Jepang menghitung perkalian.

Saya pernah 2 tahun mengajar di SD dan saya sempet mengajarkan perkalian jepang kepada murid-murid SD saya.  Ternyata meraka amat tertarik, amat antusias. Anak-anak umumnya tertarik dengan hal-hal visual dan perkalian jepang bisa dikatakan visualisasi dari perkalian. Berdasarkan pengalaman saya, perkalian jepang lebih mudah dipahami anak  dibandingkan perkalian bersusun. Untuk melakukan perkalian bersusun, anak-anak disyaratkan sudah hapal perkalian 1 sampai 10 sedangkan perkalian jepang tidak butuh syarat tersebut.

Perkalian bukan penjumlahan berulang

Sumber: dyscalculianomorereview.com

Sumber: dyscalculianomorereview.com

Di postingan sebelumnya, saya membahas perkalian sebagai penjumlahan berulang. Inilah pengertian perkalian yang diajarkan ke kita, ketika SD.

Jika perkalian adalah penjumlahan berulang, bagaimana menuliskan 0,003456 × 0,0331 sebagai penjumlahan berulang?

Jika perkalian adalah penjumlahan berulang, bagaimana menuliskan √2 × π  sebagai penjumlahan berulang?

Satu hal yang perlu kalian ketahui, matematika secara formal TIDAK PERNAH mendefinisikan perkalian sebagai penjumlahan berulang.

Kalau bukan penjumlahan berulang lalu apa itu perkalian?

Perkalian adalah operasi biner, begitupula penjumlahan juga merupakan operasi biner tetapi tentu saja keduanya merupakan operasi biner yang berbeda.

Apa itu operasi biner?

Operasi biner adalah memetakan 2 buah hal (bisa berupa bilangan atau hal yang lain) ke suatu hal yang lain.

2 + 3 = 5 adalah operasi penjumlahan yang memetakan 2 dan 3 ke 5

2 × 3 = 6 adalah operasi perkalian yang memetakan 2 dan 3 ke 6.

Inilah definisi formal perkalian sebagai operasi biner:

Continue reading

Pernikahan yang Stabil

Sumber: huffpost.com

Sumber: huffpost.com

Saya pernah menulis bagaimana mencari istri secara matematis, sekarang saya mau menulis bagaiman mencomblangkan / menjodohkan secara matematis. Percaya atau tidak, matematika mengenal algoritma tentang comblang-menacomblangi, jodoh-menjodohkan. Nama algoritmanya adalah Algoritma Gale–Shapley yang dirancang oleh David Gale dan Lloyd Shapley pada tahun 1962. Algoritma tersebut adalah cara menjodohkan n jomblowan dan n jomblowati sehingga terjadi pernikahan yang stabil.

Apa itu pernikahan yang stabil?

Continue reading

Minggu, 17 Agustus

Sumber: Stpoil.co.id

Sumber: Stpoil.co.id

Tahun ini, 17 Agustus jatus di hari minggu, bayak yang menggerutu karena harus upacara 17 agustus di Hari minggu. Ayolah kawan, mengorbankan hari minggu untuk upacara memperingati proklamasi jauuuh… lebih muda daripada mengorbankan jiwa raga untuk meraih kemerdekaan yang telah dilakukan oleh Pahlawan kita.

Nah… sekarang mari kita hitung, kapan lagi tanggal 17 agustus jatuh di hari minggu.

Kita tahu 1 tahun = 365 hari = 52 minggu + 1 hari. Itu berarti setiap tahun, hari pada tanggal akan bergeser 1 hari dari tahun sebelumnya. Jika tahun ini 17 agustus jatuh di hari minggu maka tahun depan (2015) 17 agustus akan jatuh di hari senin. So… disimpulkan minggu 17 agustus akan terjadi lagi 7 tahun yang akan datang di tahun 2021.

Continue reading

Gara-Gara Hantu Lingkaran

Aria Turns:

Salah satu mimpi saya adalah menulis buku matematika populer, yaitu buku matematika tetapi bukan buku pelajaran atau buku teks yang ditulis secara nge-pop, renyah mudah dipahami oleh orang awam. Kalau kita tengok Amzon.con, sudah banyak buku-buku seperti itu tentu saja berbahasa Inggris.
Sejauh yang saya tahu jarang atau bahkan belum ada orang Indonesia yang menuliskaan buku seperti itu, kalaupun ada hanyalah terjemahan. Ah… betapa senangnya ada seorang Guru besar Matematika menjadi pelopor penulisan buku Matematika Populer.
Semoga saya bisa segera mengikuti Jejaknya :)

Originally posted on H Gunawan's Blog:

View original

Sidang Isbat di Mars

Curiosity Rover ternyata bisa SElfie :) Sumber: Nasa.gov

Curiosity Rover ternyata bisa Selfie :) Sumber: Nasa.gov

Tulisan ini ditulis setalah pengumuman hasil sidang Isbat untuk menentukan awal Ramadhan tahun ini. Entah kenapa saya jadi teringat Curiosity Rover. Robot mobil bertenaga nuklir milik NASA yang sekarang berada di Mars, bertugas melakukan penelitian geologi dan iklim.  Curiosity Rover adalah bagian dari misi NASA yang bernama Mars Science Laboratory (MSL).  Misi yang merupakan langkah awal NASA untuk membangun koloni di Mars.

Jadi tinggal menunggu waktu saja 100 tahun atau 200 tahun lagi, saya sendiri tidak tahu. Manusia tinggal di Mars adalah keniscayaan tidak lagi menjadi cerita di Film Fiksi Ilmiah.

Coba kalian bayangkan, seperti apa sidang Isbat yang dilakukan umat muslim di Mars kelak?  Apakah masih mengamati bulan atau mengamati Phobos dan Daeimos (2 satelit alami Mars) ?

  • Di Bumi, penentuan awal dan akhir Ramadhan berdasarkan posisi bulan terrhadap bumi, bagaimana kalau di luar bumi?
  • Di Bumi, waktu imsyak dan waktu buka puasa serta waktu Sholat berdasarkan gerak semu matahari mengelilingi Bumi, bagaimana kalau di luar bumi?

Cepet atau lambat era Star Trek akan datang, era dimana manusia dengan mudah berpergian dan tinggal di Luar angkasa bahkan menjelajahi galaksi. Munurut saya sudah saatnya ulama memikirkan fikih beribadah di luar angkasa.

Update:

Di kolom komentar ada yang memberikan tautan  aturan seorang asronot Muslim beribadah di Stasiun luar angkasa.  Aturan tersebut mengatakan waktu sholat dan Puasa mengikuti zona waktu dimana dia lepas landas meninggalkan Bumi. Dengan kata lain aturan tersebut hanya berlaku bagi muslin yang meninggalkan bumi untuk semnetara waktu. Nah… bagaimana dengan muslim yang lahir dan tumbuh besar di luar bumi?

Tiga Juta Dollar

5 Matematikawan  yang mendapatkan US$ 3 Juta Sumber: FB breakthroughprize

5 Matematikawan yang mendapatkan US$ 3 Juta. Sumber: FB breakthroughprize

US$ 3 Juta itu setara dengan Rp 36 Miliar (asumsi US$ 1 = Rp 12.000 ).  Bagiamana rasanya mendapatkan uang sebuaaanyak itu?

Tanyakan saja kepada 5 matematikawan berikut:

Meraka berlima baru saja mendapatkan penghargaan Breakthrough.

Apa itu penghargaan Breakthrough?

Continue reading

Tipe-tipe Pencinta Matematika

Sumber: wikimedia.org

Sumber: wikimedia.org

Saya berpendapat para pencinta matematika bisa dibagi menjadi 3 tipe. Pembagian tipe ini berdasarkan hal yang membuat mereka tertarik terhadap matematika.

1. Pemecah Soal

Pencinta Matematika tipe ini teramat suka menjawab soal. Semakin sulit soalnya justru membuat dia semakin tertarik, semakin tertantang untuk menjawabnya. Kepuasan yang didapat setelah mampu menjawab soal yang rumit dan kebanggaan mampu menjawab soal yang tidak bisa dijawab orang lain inilah yang membuat dia jatuh cinta dengan matematika. Jelas, para peserta Olimpiade Matematika masuk tipe ini.

2. Konseptor

Tipe ini tidak begitu suka mengerjakan soal-soal rumit setingkat olimpiade tetapi suka mempelajari dan memahami konsep-konsep matematis. Tipe ini tidak begitu tertarik menjawab soal limit fungsi  {\displaystyle \lim_{x\rightarrow\infty}\sqrt{\frac{x^{2}+7x}{4x^{3}-16}}} tetapi dia akan bertanya-tanya “Sebenernya limit itu apa sich”, “Mengapa definisi limit menggunakan epsilon-delta?”. Tipe ini mencintai matematika karena keangunan dan ke-eleganan konsep-konsepnya. Bisa dikatakan saya termasuk tipe ini, terlihat dari postingan-postingan di blog ini. Postingan-postingan di blog ini mayoritas membahas konsep-konsep matematis hanya sedikit yang membahas soal.

Continue reading