Minggu, 17 Agustus

Sumber: Stpoil.co.id

Sumber: Stpoil.co.id

Tahun ini, 17 Agustus jatus di hari minggu, bayak yang menggerutu karena harus upacara 17 agustus di Hari minggu. Ayolah kawan, mengorbankan hari minggu untuk upacara memperingati proklamasi jauuuh… lebih muda daripada mengorbankan jiwa raga untuk meraih kemerdekaan yang telah dilakukan oleh Pahlawan kita.

Nah… sekarang mari kita hitung, kapan lagi tanggal 17 agustus jatuh di hari minggu.

Kita tahu 1 tahun = 365 hari = 52 minggu + 1 hari. Itu berarti setiap tahun, hari pada tanggal akan bergeser 1 hari dari tahun sebelumnya. Jika tahun ini 17 agustus jatuh di hari minggu maka tahun depan (2015) 17 agustus akan jatuh di hari senin. So… disimpulkan minggu 17 agustus akan terjadi lagi 7 tahun yang akan datang di tahun 2021.

Continue reading

Gara-Gara Hantu Lingkaran

Aria Turns:

Salah satu mimpi saya adalah menulis buku matematika populer, yaitu buku matematika tetapi bukan buku pelajaran atau buku teks yang ditulis secara nge-pop, renyah mudah dipahami oleh orang awam. Kalau kita tengok Amzon.con, sudah banyak buku-buku seperti itu tentu saja berbahasa Inggris.
Sejauh yang saya tahu jarang atau bahkan belum ada orang Indonesia yang menuliskaan buku seperti itu, kalaupun ada hanyalah terjemahan. Ah… betapa senangnya ada seorang Guru besar Matematika menjadi pelopor penulisan buku Matematika Populer.
Semoga saya bisa segera mengikuti Jejaknya :)

Originally posted on H Gunawan's Blog:

View original

Sidang Isbat di Mars

Curiosity Rover ternyata bisa SElfie :) Sumber: Nasa.gov

Curiosity Rover ternyata bisa Selfie :) Sumber: Nasa.gov

Tulisan ini ditulis setalah pengumuman hasil sidang Isbat untuk menentukan awal Ramadhan tahun ini. Entah kenapa saya jadi teringat Curiosity Rover. Robot mobil bertenaga nuklir milik NASA yang sekarang berada di Mars, bertugas melakukan penelitian geologi dan iklim.  Curiosity Rover adalah bagian dari misi NASA yang bernama Mars Science Laboratory (MSL).  Misi yang merupakan langkah awal NASA untuk membangun koloni di Mars.

Jadi tinggal menunggu waktu saja 100 tahun atau 200 tahun lagi, saya sendiri tidak tahu. Manusia tinggal di Mars adalah keniscayaan tidak lagi menjadi cerita di Film Fiksi Ilmiah.

Coba kalian bayangkan, seperti apa sidang Isbat yang dilakukan umat muslim di Mars kelak?  Apakah masih mengamati bulan atau mengamati Phobos dan Daeimos (2 satelit alami Mars) ?

  • Di Bumi, penentuan awal dan akhir Ramadhan berdasarkan posisi bulan terrhadap bumi, bagaimana kalau di luar bumi?
  • Di Bumi, waktu imsyak dan waktu buka puasa serta waktu Sholat berdasarkan gerak semu matahari mengelilingi Bumi, bagaimana kalau di luar bumi?

Cepet atau lambat era Star Trek akan datang, era dimana manusia dengan mudah berpergian dan tinggal di Luar angkasa bahkan menjelajahi galaksi. Munurut saya sudah saatnya ulama memikirkan fikih beribadah di luar angkasa.

Update:

Di kolom komentar ada yang memberikan tautan  aturan seorang asronot Muslim beribadah di Stasiun luar angkasa.  Aturan tersebut mengatakan waktu sholat dan Puasa mengikuti zona waktu dimana dia lepas landas meninggalkan Bumi. Dengan kata lain aturan tersebut hanya berlaku bagi muslin yang meninggalkan bumi untuk semnetara waktu. Nah… bagaimana dengan muslim yang lahir dan tumbuh besar di luar bumi?

Tiga Juta Dollar

5 Matematikawan  yang mendapatkan US$ 3 Juta Sumber: FB breakthroughprize

5 Matematikawan yang mendapatkan US$ 3 Juta. Sumber: FB breakthroughprize

US$ 3 Juta itu setara dengan Rp 36 Miliar (asumsi US$ 1 = Rp 12.000 ).  Bagiamana rasanya mendapatkan uang sebuaaanyak itu?

Tanyakan saja kepada 5 matematikawan berikut:

Meraka berlima baru saja mendapatkan penghargaan Breakthrough.

Apa itu penghargaan Breakthrough?

Continue reading

Tipe-tipe Pencinta Matematika

Sumber: wikimedia.org

Sumber: wikimedia.org

Saya berpendapat para pencinta matematika bisa dibagi menjadi 3 tipe. Pembagian tipe ini berdasarkan hal yang membuat mereka tertarik terhadap matematika.

1. Pemecah Soal

Pencinta Matematika tipe ini teramat suka menjawab soal. Semakin sulit soalnya justru membuat dia semakin tertarik, semakin tertantang untuk menjawabnya. Kepuasan yang didapat setelah mampu menjawab soal yang rumit dan kebanggaan mampu menjawab soal yang tidak bisa dijawab orang lain inilah yang membuat dia jatuh cinta dengan matematika. Jelas, para peserta Olimpiade Matematika masuk tipe ini.

2. Konseptor

Tipe ini tidak begitu suka mengerjakan soal-soal rumit setingkat olimpiade tetapi suka mempelajari dan memahami konsep-konsep matematis. Tipe ini tidak begitu tertarik menjawab soal limit fungsi  {\displaystyle \lim_{x\rightarrow\infty}\sqrt{\frac{x^{2}+7x}{4x^{3}-16}}} tetapi dia akan bertanya-tanya “Sebenernya limit itu apa sich”, “Mengapa definisi limit menggunakan epsilon-delta?”. Tipe ini mencintai matematika karena keangunan dan ke-eleganan konsep-konsepnya. Bisa dikatakan saya termasuk tipe ini, terlihat dari postingan-postingan di blog ini. Postingan-postingan di blog ini mayoritas membahas konsep-konsep matematis hanya sedikit yang membahas soal.

Continue reading

Cinta itu ….

Sumber: girlscene.nl

Sumber: girlscene.nl

Kali ini saya mau ngomongin cinta. Setelah lebih dari 5 tahun ngeblog, setelah lebih dari 500 postingan, kayaknya ini yang pertamakali saya ngomgin cinta tapi tenang aja masih ada sangkut pautnya dengan Matematika.  Jadi ceritanya beberapa hari yang lalu saya ditanya Anak SMA

Menurut mas, Cinta itu apa?

Inilah jawaban saya. Bagi saya cinta itu bagaikan bilangan. Lho kok seperti bilangan? Harus kita akui, tiap hari kita berhubungan dengan bilangan, tiap hari kita membaca, mengucap atau melihat (simbol) bilangan. Tiap hari kita melakukan operasi bilangan, seperti perkalian atau penjumlahan. Coba bayangkan jika tidak ada bilangan, apa jadinya? Bilangan adalah konsep dasar dari matematika tidak ada bilangan sama saja tidak ada metematika. Tidak ada matematika maka tidak akan pernah ada teknologi, peradaban manusia tiak akan pernah berkembang, kita akan selamya hidup di jaman batu. Meskipun bilangan adalah hal yang teramat penting tetapi percaya atau tidak Matematika tidak mempunyai definisi yang pasti tentang bilangan. Pertanyaan “apa itu bilangan?” tidak pernah dijawab dengan tegas oleh Matematika, mengutip dari Planetmath.org

Number is an abstract concept which is not defined generally in mathematics.

Mungkin begitupula dengan cinta hanyalah konsep abstrak yang tidak ada definisinya secara umum. Masing-masing dari kita mempunyai definsi sendiri-sendiri tentang konsep abstarak yang dinanamakan cinta. Meskipun demikian tiap hari kita berhubungan dengan cinta, tiap hari kita melakukan operasi cinta, tiap hari kita mencintai dan dicintai, tiap hari kita butuh cinta. Tanpa cinta mungkin umat Manusia sudah lama punah dari muka bumi.

***

Mendengar jawaban saya ini, si anak SMA tersebut hanya menganguk. Entah, apa itu artinya dia mengeri atau malah bingung dengan jawaban saya :)

So.. menurutmu apa itu cinta?

Matematika dan Toleransi

Sumber: psykopaint.com

Sumber: psykopaint.com

Tulisan ini terinspirasi dari perkataan Prof Iwan Pranoto Guru Besar Matematika ITB di suatu diskusi yang saya ikuti bulan juli tahun kemarin. Hehe.. udah cukup lama yach kejadiannya. Ketika itu beliau berkata bahwa peristiwa-peristiwa Intoleransi yang terjadi di Negeri ini bukan salah pendidikan agama melainkan karena pendidikan matematika telah diajarkan secara keliru di sekolah. Beliau berpendapat matematika erat kaitannya dengan sikap toleransi. Bermatematika dengan benar akan mengasah sikap toleransi kita. Ya..saya sependapat dengan beliau menurut saya ada 2 cara bagaimana matematika mengasah sikap toleransi.

1. Menghargai Pendapat orang lain.

Matematika dijuluki Ilmu pasti, jujur saya tidak suka dengan julukan tersebut, memberi kesan di Matematika setiap persoalan hanya mempunyai 1 jawaban yang pasti, jawaban yang lain ngaco, ngawur. Padahal, sebenarnya tidak seperti itu.

Berapa 1+1?

Continue reading