Kritikan terhadap teori Penciptaan

Sorry kalo postingan saya kali ini OOT. Pada awalnya saya berniat menulisnya di notes facebook tapi saya memutuskan menulisnya di sini, biar bisa dibaca banyak orang. Saya mau menyampaikan kritikan terhadap Teori Penciptaan (TP). TP berkata semua mahluk diciptakan oleh NYa secara sempurna tanpa proses evolusi. Kita tahu TP dipopulerkan oleh Harun Yahya, oleh sebagian orang dianggap tandingan atau alternatif dari Teori Evolusi (TE). Saya melihat ada yang janggal dari TP, ini lah kritikan saya
1. Hanya keyakinan bukan teori saintis
Misalkan kita hendak membuktikan bahwa suatu patung merupakan karya Budi Anduk. Pertama-tama kita harus membuktikan yang namanya Budi Anduk bener-benar ada, jangan-jangan itu cuma nama fiktif. Setelah kita bisa membuktikan Budi Anduk bener-benar ada maka barulah kita mencari bukti pendukung kalau patung tersebut merupakan karyanya.
Itu berarti untuk membuktikan TP, pertama-tama kita harus membuktikan secara saintis keberadaan tuhan barulah kita mencari bukti saintis bahwa semua mahluk adalah ciptaan-NYA secara sempurna tanpa proses evolusi. Bisakah kita membuktikan secara saintis keberadaan tuhan?
2. Logika pembuktian yang keliru
Sebenarnya para Penganut TP menyadari jika TP hanyalah keyakinan bukan teori saintis. Itulah sebabnya mereka sibuk meyerang TE daripada mencari bukti saintis TP. Menurut mereka jika TE runtuh maka dengan sendirinya akan membuktikan TP. Inilah logika keliru dari pengikut TP. Seandainya TE runtuh sekalipun itu sama sekali tidak membuktikan TP, kenapa? Sudah saya jelsakan di poin 1.
3. Mencampur adukan antara agama dan sains.
TP bersumber dari kitab-kitab agama lalu dibungkus sedemikian rupa seolah-olah itu adalah teori saintis. Ada yang lucu dari pengikut TP, mereka berkoar-koar kalau manusia dan monyet mempunyai nenek moyang yang sama (TE) tidak ilmiah, tidak saintis, lalu apakah manusia turun dari surga itu ilmiah, saintis? Itulah akibatnya kalau agama dan sains dicampur-adukan jadinya rancu. Agama adalah the sound of faith sedangkan sains adalah the sound of doubt. Jika ada dalil agama kita wajib mempercainya sedangkan jika ada dalil sains kita wajib meragukannya. Itulah perbedaan mendasar antara sains dan agama, please jangan kalian campur-adukan. Yang namanya teori saintis bersumber dari pengamatan empiris tapi TP bersumber dari kitab Agama itu lah salah satu alasan lainnya TP tidak layak jadi teori Saintis.
4. Ada ciptaa-NYa yang tidak “sempurna”
TP berkata semua mahluk adalah ciptaan-NYA yang diciptakan secara sempurna tanpa proses evolusi. Padahal di alam ada ciptaanNya yang “tidak sempurna”. Contohnya ayam, kita tahu ayam adalah burung bersayap yang tidak bisa terbang. Anak SD saja tahu fungsinya sayap adalah untuk terbang. Bukankah itu berarti ayam adalah burung yang “tidak sempurna”? Bisahkah TP menjelaskan keberadaan ayam burung bersayap yang tidak bisa terbang? Paling-paling mereka hanya menjawab, “itu sudah kehendak-NYa”. Kalau cuman jawab begitu doang anak SD juga bisa. Mengapa ayam tidak bisa terbang hanya bisa dijelasakan oleh TE.
Lalu bagaimana dengan lumba-lumba, paus hewan laut yang bernapas menggunakan paru-paru. Bukankah akan jauh lebih baik jika paus dan lumba-lumba menggunakan insang sebagai alat pernapasan? Bisakah TP menjelaskan keberadaan hewan-hewan laut yang bernapas menggunakan paru-paru?
5. Memfitnah TE
Inilah tindakan tidak terpuji dari para penganut TP memfitnah kalau TE bertentangan dengan tuhan dan mengatatakan penganutnya adalah ateis. Padahal TE murni teori saintis tidak ada sangkut-pautnya dengan tuhan. Mereka juga menyesatkan pemahaman orang tentang TE, mereka mengatakan TE adalah teori mengenai asal-usul kehidupan. Padahal Teori Evolusi sama sekali tidak ada hubungannya dengan bagaimana kehidupan pertama kali muncul. TE berkaitan hanya dengan distribusi, keragaman dan sejarah kehidupan setelah itu muncul. Ingat buku yang dikarang Darwin juduknya “origin of Species “bukan “origin of life”. TE sebenarnya hanyalah sejarah biodiversity. Yang namanya sejarah pasti ada hal-hal yang masih gelap. Jangankan sejarah biodiversity, sejarah G30S/PKI aja masih gelap tapi bukan berarti G/30S/PKI fiktif. Begitu juga dengan TE, para evolusionis sendiri mengakui kelemahan-kelemahan TE tapi bukan berarti TE runtuh.
***
I believe in God. Saya percaya semua mahluk adalah ciptaannya. Yang tidak saya percayai kalau TP adalah teori saintis. Buat para penganut TP daripada anda sibuk menyerang dan menfitnah TE, jauh lebih baik jika detik ini anda mulai memikirkan bagaimana membuktikan secara saintis keberadaan Tuhan.
**Ingin mendapatkan kaos unik bertema matematika silahkan kunjungi kaos.ariaturns.com**














klo kmu bilang “I believe in God”, so, perlukah kmu mencari tahu bukti adanya Tuhan?….
Kita disini berbicara sains, yang namanya sains butuh pembuktian. Jika TP ingin diakui sebagai teori saintis dia harus bisa membuktikan secara saintis keberadaan tuhan..
betullll…seribu jempol saya acungkan untuk tulisan ini. saya sampe posting link ini di FB. hehe.
mendengar ocehan TP seperti mendengarkan kiai yang berkata koar-koar. sedangkan TE jelas-jelas orang2 dengan background ilmu memadai.
kamu pilih mana:
KIAI berkoar-koar yang dapat membantumu kejalan yang terang
SAINTIS dengan background agama yang dinerakalah jalanmu besok kalau memang itu yang tuhan ridhoi
aku mending bodoh tapi aku tidak menyinggung ke-Esaan Tuhan dan kebenaran Tuhan. Al-Qur’an gak pernah bilang Teori Evolusi, ada disini yang lebih PINTER dari TUHAN!
adakah yang lebih pinter dari Tuhan??? tolong dong buat hidupku bertambah 1 tahun lagi saat akan mati, bisa nggaK! bodoh bangeT!
lantas nek kamu taruh di FB, orang memandangmu hebat karena kamu atheist, kamu lho… otakku mu udah di pantat dan pantatmu udah di Otak. Allah semoga menyadarkanmu, keyakinanmu itu… senseless, jadilah KOMUNIS aja mendinG!
At first, two thumbs up for this notes…
Waktu saya SMP dulu, saya sempat membaca tulisan Harun Yahya(HY) tentang penolakannya terhadap Teori Evolusi. Saya juga sependapat dengan mas Aria kalau HY agak terlalu memaksakan argumen yang lebih bersifat religius ke hal-hal yang bersifat sains. Saya acung jempol untuk kata-kata bahwa religion is the sound of faith and science is the sound of doubt. Saya rasa kedua hal itu memang tidak sejalan walau ada penjelasan-penjelasan ilmiah maupun agamawi yang bisa saling melengkapi pertanyaan-pertanyaan seputar dunia ini.
Tapi itulah fakta yang terjadi saat ini. Beberapa pengikut Teori Penciptaan lebih mencari argumen-argumen yang mematahkan Teori Evolusi tanpa pembuktian untuk Teori Penciptaan itu sendiri, seolah-olah dengan mematahkan Teori Evolusi milik Charles Darwin, maka Teori Penciptaan terbukti benar. Tidak memiliki alur logika yang benar.
Walau saya juga orang yang memiliki iman terhadap Tuhan, tetap saja hal-hal yang bukan kewajiban manusia untuk berpikir seperti penciptaan, dll bukan menjadi hal yang laik untuk diteliti, melainkan diyakini. Mungkin itu saja ^^
…
Assalammualaikum!!!
JUJUR ANA ‘GEREGET’ ma bahasan kali ini.
yang ana gereget-tin bukan cuma masalah te & tp.
sekarang ana mo nanya ma antum semua!!!
antum semua bikin pendapat2x kayak gitu berdasarkan dasar apa aja sih???
JANGAN cuma berbekal saintis doang!!!
sudah paham:
FILSAFAT AGAMA???
FILSAFAT UMUM???
FILSAFAT SAINS???
dan disiplin2x ilmu lainnya???
???
ini kan media umum yang semua orang bisa baca.
ana khawatir orang-orang yang awam bisa salah pengertian.
SEMUA ORANG PUNYA HAK UNTUK BERPENDAPAT. OTOMATIS DIA BERTANGGUNGJAWAB PENUH TERHADAP PENDAPATNYA ITU!!!
ILMU YANG KITA TAHU DAN PAHAMI INI GAK LEBIH BANYAK DARI SETETES ILMU ALLAH SWT.
Wallahu’alam Bishawab…
kepada om SUKSES…
Menurut saya lho, saya hanya menanggapi tulisan ini sebagai info. Perihal makna isi bagi pembaca itu hanyalah soal kritik saja. Jadi pembaca bisa mengartikan sendiri apa arti tulisan ini. Dan toh, saya sendiri tidak merasa terguncang imannya setelah membaca tulisan ini.
Ada dua sudut pandang yang saya pahami dari tulisan ini, yang satu dari pihak penganut paham Teori Evolusi Charles Darwin yang begitu ilmiah dalam menjelaskan setiap peristiwa Evolusi. Di lain pihak, ada penganut paham Teori Penciptaan Harun Yahya yang sepertinya ingin menghancurkan argumen teori Evolusi Darwin. Itu saja.
Teori Penciptaan menurut Harun Yahya berbeda dengan Teori Segala Sesuatu (Asal mula alam semesta) menurut Stephen W. Hawking. Itu semua masih dikatakan tadi “Teori”. Anda mengerti maksud kata “teori”? Adalah hal yang wajar jika banyak teori yang belum tentu benar karena belum diangkat menjadi “Hukum”. Jika itu “hukum”, maka sudah dapat dibuktikan keabsahannya.
Jadi saya kira tidak masalah, tulisan ini bisa ditampilkan untuk umum. Biarlah masyrakat atau pembaca yang menilai. Ilmu itu untuk dipelajari bukan? Dari tulisan semacam inilah pembaca menilai dan mempelajari ilmu itu.
Memang sih ANDAIKAN para ‘penganut’ kreasionisme ini sedikit banyak (bahasa apa pulak ini??) berhasil membuktikan keberadaan tuhan maka tentu saja akan sangat mudah untuk selanjutnya menentukan apakah ajaran kreasionisme ini benar atau salah. Tentu tidak perlu ‘penganut’ kreasionisme ini capek2 mengadakan penelitian tentang asal usul manusia cukup saja riset mereka fokuskan pada “apakah tuhan itu ada atau tidak??”. Langsung ke intinya!!
Menurut saya penolakan terhadap TE sebenarnya mungkin karena banyak yang keberatan bahwa manusia “disamakan” dengan kera walaupun DNA kita lebih dari 90% sama dengan DNA kera menurut sains modern. Sementara penciptaan alam semesta ini yang dimulai dari Big Bang tidak mendapat tantangan yang berarti dari para “penganut” kreasionisme. Padahal mulai dari Big Bang hingga menjadi adanya planet-planet juga melalui tahap2 evolusi yang jauh lebih panjang dibandingkan evolusi kehidupan di bumi ini.
Yang penting bagi saya adalah kehidupan di bumi ini harus maju terus lewat penelitian2 ilmiah termasuk penelitian asal-usul kehidupan. Jikalau ada “benturan2″ ya maklum saja karena ilmu manusia masih terbatas, yang penting kalau sudah ketemu benturan2 begini, jangan justru terfokus pada benturan2 tersebut, tetapi tetap fokuslah pada penelitian2 ilmiah walaupun selama hayat kita mungkin jawaban kebenaran tersebut tidak sempat kita temukan. Jadi, penelitian jalan terus, ibadah juga jalan terus. Toh memepelajari asal-usul kehidupan juga mempelajari ilmu2 Allah yang ada di semesta ini dan kalau niat mempelajari asal-usul kehidupan tersebut adalah ibadah insya Allah akan mendapat pahala dariNya.
Jadi janganlah energi kita terbuang sia-sia hanya untuk membentur2kan agama dan sains, bisa2 agama kita jadi goyang, sains kita juga nggak maju2!! Atau malah kita bisa jadi sinting semua!! Huehuehue….
Yup..itulah salah satu hal yang saya herankan dari penanut TP, mereka menolak TE tetapi mendukung TEori Bing-bang (TB). Padahal TE dan TP mempunnyai konsep yang sama, TE adala TB nya keberagaman spesiesn di Bumi ini.
Like this…
Bismillaahirrahmaanirrahiim.
hemmmmmmmm…………………….
“ilmu bagaikan air laut, semakin diminum semakin haus…”
owhhhhhhhhh… “teori blum tentu hukum” ???
mohon maaf nih sblumnya, ana tetep greget. terutama “Jika TP ingin diakui sebagai teori saintis dia harus bisa membuktikan secara saintis keberadaan tuhan..”
krna ana lum cukup ilmu,
yuks kita sma-sma baca artikelnya om harunyahya di http://www.evolutiondeceit.com/indonesian
silahkan berpendapat…
trims!!!
sukran!!!
Wallahu’alam Bishawab…
bagaimana kalao anda membaca ini
http://evolution.berkeley.edu/
Sebenarnya ada persoalan lain kita sebut persoalan “x” dibalik bertolak belakangnya teori ataupun pendapat dari kedua belah pihak. Menurut saya TE melihat sebuah Kitab Suci sebuah agama dipandang sebagai the sound of faith, tanpa pernah berpikir untuk mempelajari di dalamnya, karena anggapan bahwa contohnya Al-Qur’an yang muncul sebagai wahyu dan tidak dihasilkan melaui penelitian. Seharusnya sebagai seorang saintis yang mentasbihkan dirinya sebagai peneliti apa tidak mempertimbangkan untuk mempelajari lebih jauh…dengan begitu barangkali bisa menemukan bahwa segala sesuatunya tidak dipandang secara materinya saja.Karena setahu saya bahasa Al-Qur’an itu banyak menyimpan rahasia yang tidak bisa diterjemahkan sambil lalu saja.
Sebaliknya TP juga kurang memahami jika teori evolusi itu hanyalah hasil penelitian yang berlaku surut dan perlu mendapatkan kajian lebh dalam lagi….
Ini semua dilakukan agar kita benar-benar bisa membedakan sebuah persoalan dan memandangnya sebagai mana mestinya…
Terimakasih
salam sejahtera bagi kita semua..
moga kita termasuk dalam orang-orang yang selalu dalam petunjuk-Nya..Amin..
Berbekalah ilmu bila anda ingin hidup selamat baik dunia dan akhirat…memandang ilmu harus dengan ilmu…tapi jangan lupakan pula kita mempunyai rukun iman yang ada 6 itu…jadi bila kita masih bertanya adakah SANG PENCIPTA…uji kembali kadar keimanan kita..
Saya juga heran ama pendukung teori darwin yang menerima mentah mentah teori ini, sementara sampai sekarang teori tersebut belum terbukti juga secara sains karena sampai saat ini masih ada missing link.
Bagaimana tentang ras manusia raksasa yang ada di tanah arab, atau manusia cebol yang ada di NTB.
Sampai saat ini Teori darwin juga belum membuktikan bahwa manusia berasal dari monyet. Secara genetika aja makhluk hidup itu berbeda. gen manusia itu malah lebih dekat dengan kecoak dari pada monyet. Apakah darwin juga bisa menjawab itu.
Para pengikut darwin juga malah mempercayai suatu hal yang tidak diketahui secara nyata. Artinya sama aja, mendingan kita semua mencari kebenaran da teliti lebih dalam dulu bru kita percayai
mas, mas ingin melihat tuhan…
mas pikir, oke, mas pinter matematika, mas jenius, mas keren, mas segalanya. pikir hal ini mas:
mata kita ini lho mas, terbatas… terbatas banget. jangankan melihat tuhan, mas bisa gak melihat apa yang berada di balik tembok, bisa gak melihat sinyal WiFi atau sinyal IM3, bisa gak melihat senyawa CO2 atau unsur Oksigen, bisa nggak!?
mata mas aja lho, gak kuat untuk melihat matahari, gitu mau ingin melihat tuhaN!? mas sudah sempurna yah…
lantas, kalo gak ada Tuhan, mas bisa nyiptakan Oksigen, Bumi, gitu2? otak dipakek mas, mas itu udah kuliah, gue masih SMA, tapi gue sadar, gue gak bisa Tuhan, jangankan melihat Tuhan, melihat sinyal WiFi aja gak bisa. mas bisa lihat sinyal WiFi? nggak kan, lantas mas mempercayai adanya sinyal WiFi!?
aku jujur, suka baca blog ini, tapi begitu mas ngepost kek gini, ini bener-bener mbuat aku jijik, sorri, ilmu mas memang tinggi, tapi mas dihadapan tuhan, sama aja mas kayak gak punya OTAK!
kalo mas yakin Tuhan gak ada, Tuhan itu belum terbukti adanya, mas sendiri harus buktikan bahwa mas bisa lahir tanpa bantuan Tuhan, bisa nggak mas terlahir dari sebuah ketidak adaan, 100% akan saya sembah mas aria, atau mas bisa gak buat mata saya melihat sinyal WiFi, atau membuat telinga saya mendengar suara kuman amoba yang bergerak, saya langsung sembah mas…
mas… kita ini terbatas, jangan kan melihat tuhan, melihat WiFi, mendengar amoba bergerak, kita aja gak bisa.
Tuhan di Islam itu campuran antara Ghoib dan Abstrak. Tuhan bukan Abstrak, karena setahu saya, jika Tuhan Abstrak (maaf, seperti Yesus), maka Tuhan terbatas pada tempat. Tuhan yang diletakkan di tempat A, belum tentu ditempat B, jika itu abstrak.
Namun jika tuhan hanya Ghoib, mampukah Tuhan mengamati semuanya, termasuk mengamati detak nadi manusia? mampukah Tuhan mengontrol bertrilyunan manusia?
Tuhan di Islam itu konsep Tuhan paling masuk Akal. Aku dulu juga gak percaya pada Allah, tapi aku langsung 100% percaya setelah aku sadar, aku gak bisa mendengar suara bajuku yang terjatuh dari centelan, dari situlah aku berpikir, dari situlah otakku bekerja, karena aku.. punya OTAK yang gak hanya mikirin Sains, tapi AGAMA juga!
wassalam!
gini aja, kalo mas bisa keluar dari kekangan dimensi waktu (dalam hal ini bersifat abstrak) dan memasuki dunia ghoib dan menggabung keduanya, mas akan saya sembah tanpa ragu
dengan begitu, mas tidak terkekang dengan waktu. mas = Allah. mas = Tuhan. mas = Yesus. mas = Al Awwalul dan Al Akhiru.
lalu jika mas bisa memasuki dunia ghoib. mas = Nyawa. mas = Cahaya. mas = Roh. mas = Magis. mas = Mistis.
dan saya gak bakalan ragu, dan bahkan gue bangga, gue punya Tuhan yang gue bisa lihat and ajak chatting seperti sekarang ini… tapi karena mas gak bisa, lebih baik saya segera mengucapkan: Ashadu Allah ilaha Illawa, Wa ashaduanna Muhammaddarrasulullah
Blh berpendapat?
Sebelumnya,sy tegaskan bhwa sy sama sekali bukan teman mas aria..bertemu pun blm pernah.
Pertama sy baca post ini,sy berpendapat sama dgn mas adam.tp pas sy bc lagi,sy teliti tulisan mas aria,sy salah.
Mas aria di sini tidak mempermasalahkan adanya Tuhan atau tidak,tapi ia mempermasalahkan TP yg mengaku sbg teori saintis tp tdk bs membuktikan secara saintis..slahkan baca paragraf terakhir.
…
“Itu berarti untuk membuktikan TP, pertama-tama kita harus membuktikan secara saintis keberadaan tuhan barulah kita mencari bukti saintis bahwa semua mahluk adalah ciptaan-NYA secara sempurna tanpa proses evolusi. Bisakah kita membuktikan secara saintis keberadaan tuhan?”
tidak ckupkah kata itu
jangankah saya menyinggung Tuhan dan menghina dan menyatakan bahwa tuhan itu tidak ada karena tidak berbentuk , orang hina orangtua atau diri saya saja saya juga sudah enggak enak, ini yang dihina adalah Tuhan saya, dia bukan ’seorang’ Tuhan, tapi dia adalah zat yang kita tidak tahu apakah dia, dia adalah Tuhan!
otak kita gak akan bisa ngebayangkan Tuhan itu apa jika tidak ada sedikitpun hati kita yang terbuka. karena untuk mencari Tuhan, otak tidak akan bisa. tapi hatilah yang bisa.
btw, aku gak pernah baca bukunya Harun Yahya, mending baca Harry Potter, aku ini berpikir atas otakku sendiri. maaf jika aku ngotoT!
Gini lho mas adam…
Kata kata itu maksudnya menurut mas aria klo memang TP mau mengakui dri’y sbg teori saintis,ia harus membuktikan bahwa Tuhan itu ada secara saintis..klo TP ga bs membuktikan Tuhan ada secara saintis,mbok ya jangan mengaku sbg teori saintis..
Yg dipermasalahkan bukan Tuhan,tp claim TP sbg teori saintis..
Bener ga mas Aria?
Maap klo sy salah..
Sumpah,demi ALLAH sy ga ngebela mas aria,wong kenal aja ga..:D
cm baru2 ini sy nemu blog ini..karna topik blog ini menarik dan sejalan dgn bidang sy,ya sy sering mampir..
tentu saja, bukti tidak bisa dibuktikan, tapi besok ketika mati, bukti akan pasti terbukti….
aku gak pernah baca Harun Yahya, soalnya gak seberapa suka baca buku2 teori agama, cuma aku yakin, Allah itu ada. dan masalah itu teori saintis atau bukan, I DON’T CARE
what I’m caring about in this topic if that the authors say personally that many of RELIGIOUS people don’t have enough logic to think that they can’t prove weather god “is” there or not, because of that, we should not to believe that god is really exist.
i’m sorry if i can’t get what you all meaning of, because i’m just high school student, and any topic kind of this really can make our heads to be ambiguous,,, tapi, tanpa dibaca pun, seluruh point-point disini semuanya menyinggung bahwa: TEORI PENCIPTAAN dimana dialqur’an pernah diceritakan (oleh guru agamaku), kalau Tuhan MENCIPTAKAN dunia dengan 7 hari proses, bukan tuhan MENGEVOLUSI…
bagemana jugaa sentis berusaha membenarkan teori EVOLUSI, bagaiaman juga agamis berusaha mengembangkan teori PENCIPTAAN untuk menemukan eksistensi TUHAN, itu semua FUCK OFF dan NO MEANING. karena toh TUHAN PASTI ADANYA tanpa perlu dibuktikan!
dan selagi alquran berakata penciptaan, berarti teori penciptaanlah yang benar… it just a little mind from my braiN!
Yowis,karepmu lah..
Klo ga peduli TP saintis atw bukan ya jangan leave comment d sini,cz d sini topik’y itu..
@Adam
Kamu sama sekali tidak mengerti tulisan q.
Benar apa yang dikatakan tututu
Kitab suci menyatakan kita semua adalah ciptaanNya. Apakah pernyataan tersebut saintis/ ilmiah atau tidak? Inilah topik dari diskusi ini.
Jika kamu tidak peduli TP saintis atau bukan ya sudah jangan komen di sini
Assalammualaikum!!!
hemmm…
hemmm…
hemmm…
{ blum bisa komen nih
}
…
SEMANGAT!!!
belajar!!! belajar!!! belajar!!!
AYO BELAJAR!!!
Materi tidaklah azali sebagaimana diutarakan oleh pengikut TE. Benar bahwa interakasi antar materi akan menimbulkan materi yang baru, akan tetapi sekedar interaksi antara materi saja tidak otomatis mewujudkan materi lain, dan tidak sepenuhnya kemudian dibarengi dengan pelenyapan sifat dari mater-mater awal. Sebagaimana air(H2O) adalah interaksi antara oksigen dengan hidrogen. Sekedar interaksi antara oksigen dan hidrogen tidak kemudian langsung menghasilkan air(H2O), akan tetapi mutlak ada pada interaksi itu, aturan yg memaksa materi itu untuk mewujudkan air(dua hidroksi oksigen). Bila satu atom oksigen berinteraksi dengan satu atom hidrogen , maka interaksi antar oksigen dan hidrogen tidak otomatis menghasilkan air. Namun interaksi itu, hingga terwujudnya air, harus berjalan sesuai dengan hukum perbandingan 1:2(satu oksigen dengan dua hidrogen), yang tentunya hukum perbandingan ini bukanlah “mater”,namun mutlak ada dalam interaksi antar materi. dengan demikian ada sesuatu bukan materi, dalam hubungan pengeksistensian mater. Selain itu, oksigen dan hidrogen tidaklah lenyap sama sekali. Namun lebih tepatnya adalah “interaksi yang kokoh antara oksigen dengan hidrogen”, yang ketika keduanya terangkai dengan “aturan-aturan baku” membentuk dua-hidroksi oksigen(air).mengapa demikian?bukankah oksigen dan hidrogen bisa diambil kembali dengan memutus ikatan hidrogen dan oksigen?dengan dekimian pada hakekatnya ia tidak “lenyap” sama sekali, karena baik oksigen maupun hidrogen dapat dipecah kembali dengan memecah ikatannya.
Pertanyaannya, bagaimana aturan ini bisa muncul???? dan siapa yang menciptakan hukum perbandingan dua atom tersebut ??? Apakah muncul dengan tiba-toba???? Lalu siapa yang menciptakan Materi awal?????Pertanyaan yang mustahil dijawab dengan jawaba “kebetulan” dan “tiba-tiba”, namum mutlak dijawab bahwa dibali semua itu ada Al khaliq Al Mudabbir(sang pencipta dean pengatur).
Kemudian yang kupertanyakan kepada para pengikut TE dan materialisme : bagaimana mungkin sebuah mikroorganisme bisa menjadi sebuah makhuk seperti manusia??? yang ketika disatukan dua spermanya bisa tercipta makluk yang baru??? lalu bagaimana penjelasannya?mengapa sperma laiki2 dan perempuan yang saling bercampur bisa menjadi manusia yang baru?bagaimana prosesnya? apa secara tiba2?bagaimana penjelasan ilmiahnya? dan kenapa juga ketika jantung berhenti manusia menjadi mati? apa hubungannya jantung yang berhenti dengan kehidupan manusia? jelaskan kalau kalian bisa?terus kenapa manusia mati? apa yang menjadikannya bisa mati? apa orang hidup dan mati secara tiba2 juga???? tolong berikan penjelasan ilmiahnya
apakah yang kupertanyakan tadi bisa dijelaskan secara saintis?
Masih banyak misteri2 di Alam yang belum bisa dijawab tapi sayang banyak orang (termasuk anda) yang lalu menyimpulkan bahwa itu merupakan bukti keberadaan tuhan.
Banyak orang yang berpikiran “misteri di alam –> Bukti keberadaan Tuhan”
Menjadikan Tuhan hanya lah Jawaban atas Misteri2 yang belum kita jawab.
Intinya saya mau mengatakan hal2 misteri, hal2 mengagumkan di alam, tidak bisa dijadikan bukti (secara saintis) keberadaan tuhan