Harun Yahya gak ngerti logika

Berawal dari status Facebook saya yang bertuliskan
Mmm..ternyata masih banyak orang yang percaya ama bualan omong kosong Harun Yahya..
Banyak orang yang minta penjelasan lebih lanjut. Tentunya Harun Yahya (HY) yang dimaksud adalah orang membantah keras Teori Evolusi. Postingan ini akan menjelaskan kenapa saya menganggap Harun Yahya itu Pembual. Karena Blog ini blog matematika maka saya menunjukan kesalahan logika dari HY, meskipun di luar hal tersebut masih banyak kesalahan2 dilakukan HY.
Di dalam bukunya ” Runtuhnya Teori Evolusi dalam 20 pertanyaan” halaman 12 (versi Sofcopy), HY berkata
Apabila kita bertanya bagaimana makhluk hidup muncul di muka Bumi, maka terdapat dua jawaban yang berbeda:
Pertama, makhluk hidup muncul melalui proses evolusi. Menurut pernyataan teori evolusi, kehidupan dimulai dengan sel yang pertama. Sel pertama ini muncul karena faktor kebetulan, atau karena faktor “pembentukan mandiri”, yang secara hipotetis disebut-sebut sebagai suatu hukum alam. Berdasarkan faktor kebetulan dan hukum alam ini pula, sel hidup ini lalu berkembang dan berevolusi, dan dengan mengambil bentuk-bentuk yang berbeda, menghasilkan berjuta-juta spesies makhluk hidup di Bumi.
Jawaban kedua adalah “Penciptaan”. Semua makhluk hidup ada karena diciptakan oleh Pencipta yang cerdas. Ketika kehidupan beserta berjuta-juta bentuknya – yang tak mungkin muncul secara kebetulan itu – pertama kali diciptakan, makhluk hidup telah memiliki rancangan yang lengkap, sempurna dan unggul, sama seperti yang dimilikinya sekarang. Ini dibuktikan secara jelas dan nyata, yang mana makhluk hidup paling sederhana sekali pun telah memiliki struktur dan sistem kompleks, yang mustahil tercipta sebagai akibat dari faktor kebetulan dan kondisi alam.
Di luar kedua alternatif ini, tidak ada pernyataan atau hipotesa lainnya tentang asal muasal makhluk hidup. Menurut peraturan logika, jika satu jawaban untuk sebuah pertanyaan – yang hanya memiliki dua alternatif jawaban – terbukti salah, jawaban yang kedua pasti benar. Ini merupakan salah satu kaidah paling mendasar dalam logika, disebut sebagai inferensi disjunktif (modus tollendo ponens).
Dengan kata lain, jika terbukti bahwa makhluk hidup di Bumi tidak berevolusi melalui kebetulan, seperti pernyataan para evolusionis, jelaslah bahwa makhluk hidup adalah karya sang Pencipta. Para ilmuwan pendukung teori evolusi sepakat akan tidak adanya alternatif ketiga.
Terlihat jelas bagi saya, HY sama sekali tidak mengerti Logika, dia salah memahami Modus tollendo ponens (MTP). MTP adalah salah satu cara aturan penarikan kesimpulan / Rules of inference dan MTP tidak ada sangkut pautnya dengan nilai kebenaran suatu kesimpulan.
MTP menyatakan
P atau Q
tidak P
maka Q.
Contoh
Budi di Kantor atau di rumah
Budi tidak di kantor
Itu berarti Budi di Rumah.
Apakah Budi benar-benar ada di Rumah? Itu bukan urusan MTP. Jika kita dihadapkan dua pilihan A atau B lalu kita menolak (tollendo) A maka menurut MTP kita harus mensetujui (Ponens) B. Apakah B pasti bernilai benar? Itu bukan urusan MTP, bahkan MTP tidak peduli jika keduanya ( A dan B) bernilai salah.
Contoh
Roda berbentuk segitiga atau berbentuk segi empat
Roda tidak berbentuk segitiga
Itu berarti Roda berbentuk segiempat.
Tentunya kita tahu roda tidak berbentuk segi empat. Saya tegas kan kembali MTP hanya lah salah satu metode penarikan kesimpulan dari pernyataan yang diberikan, apakah pernyataan yang diberikan benar atau salah, apakah kesimpulan yang diperoleh benar atau salah. Itu semua bukan urusan MTP. Nah balik lagi ke kasus HY
Mahluk hidup berevolusi atau diciptakan (Teori Penciptaan)
Mahluk hidup tidak berevolusi.
Maka Mahluk mahluk hidup diciptakan.
Lalu dengan seenak kentutnya HY mengclaim mahluk hidup diciptakan (teori Penciptaan) bernilai benar. HY sama sekali tidak mengerti logika menurutnya jika evolusi salah maka dengan sendirinya teori penciptaan benar. Jika ada dua pendapat berbeda mengenai satu hal lalu suatu hari pendapat yg satu ternyata salah, apakah pendapat lain otomatis benar? belum tentu kan. Kok bisa yach orang kayak dia disebut Ilmuwan. Terlepas dari kontroversi Teori evolusi, saya meragukan intelektualitas seorang HY.
Note
Sepertinya HY juga salah memahami teori evolusi
Menurut pernyataan teori evolusi, kehidupan dimulai dengan sel yang pertama. Sel pertama ini muncul karena faktor kebetulan, atau karena faktor “pembentukan mandiri”,














Waks hati2 dapat tuntutan pencemaran nama baik, tp sy pasti bela sebisa saya.
Mengenai HY, saya rasa benar sekali HY tdk memahami logika dan penarikan kesimpulan…
Saya pgn kasi ilustrasi juga:
Tersangka pembunuhan si X adalah B dan C, polisi menyimpulkan pembunuh si X adalah si B atau si C.
jika B tidak terbukti bersalah maka kesimpulannya pembunuh si X adalah si C.
Apa benar si C pembunih si X?? Kita tidak tau kan?? Tergantung kebenaran kesimpulan pertama polisi tadi yakni: “pembunuh si X adalah si B atau si C”
Kalo pernyataan tsb benar baru kesimpulan pembunuh si X adalah C adalah benar! Bagaimana jika kesimpulan pertama polisi tadi salah? Atau ternyata ada si D si pembunuh asli msh berkeliaran.
Analoginya sama dg pernyataan “yang sah adalah teori evolusi atau teori penciptaan”, jika teori evolusi salah maka kesimpulannya yg sah adalah teori penciptaan.
Tapi belum berarti teori penciptaan yg benar karena kita ga tau apa ada teori lain out there….
Itu lah kesalahan logika dari HY, untuk membuktikan teori Penciptaan, dia bukannya sibuk mencari fakta2 sainstik yang mendukung, dia malah sibuk menyerang teori evolusi, menurutnya kalo teori evolusi salah maka dengan sendirinya teori penciptaan terbukti.
Hal ini lah yang coba saya sampailan
Slamat siang Mas..
penjelasannya menarik sekali Mas…
memang kalo menurut orang awam harun yahya itu hebat,banyak yang bilang kyak gitu soale.Tapi kita harus tahu ada kenyataan2 yang ada. Banyak orang yang menentang teori evolusi dan mencoba mengemukakan kelemahan2 teori evolusi salahsatunya harun yahya. Harun yahya mendukung kreasionisme padahal sampe sekarang sathu saya kreasionisme itu masih pseudo sains. Harun yahya pun selalu sibuk menyanggah teori evolusi tapi setahu saya HY tidak pernah mempublikasikan teorinya lewat jurnal2 ilmiah , cuma lewat buku2 sains populer aja. jadi pendapat HY belum diterima di komunitas sains,cuman orang2 awam aja yang menganggap Hy hebat.
Saya percaya Tuhan, tapi jujur saja jika kita cuma menerima bahwa makhluk hidup diciptakan Tuhan tanpa mengetahui prosesnya apa gunanya sains?
bukankah salahsatu manfaat sains itu memang digunakan untuk menjelaskan proses dari suatu fenomena alam. Ada yang berbicara ” ilmu manusia itu tak sebanding dengan Tuhan,banyak hal yang belum bisa dijelaskan oleh ilmu manusia karena ilmu manusia terbatas” . okelah saya setuju kalo ilmu manusia tidak ada apa2nya dibandingkan dengan ilmu Tuhan (untuk saya yang percaya Tuhan) tapi ada banyak hal yang mengganjal di hati saya. Ilmu manusia di mana sih batasnya?kalo kita cuman menelan pernyataan itu bulat2 yang saya takutkan nanti kita malas untuk mempelajari sesuatu karena udah pasti ilmu kita terbatas. padahal menurut saya yang penting adalah kita terus mencari tahu tanpa henti. karna banyak ilmu yang bisa di gali
Ok sekian dulu komen dari saya Mas..
Mas, diupdate terus matematikanya ya?biar orang bnyak yang terbantu dengan blog ini.
oh ya hampir lupa, mas sebaiknya di edit kalimat2 terakhir, jangan pake kata bodoh pake aja keliru atao kata2 yang lebih sopan.thanx
eh…modus tu (ponen + tolen) klo gk salah pake implikasi ya? pakai “atau” bisa jg ya?…baru tahu. klo sy keliru mohon dibenerin. thx
Modus ada banyak macem2 nya, baca aja di buku2 logika
Kalau saya menurut Buku yang aku baca, The Outer Limit karya Stephen Law, Harun Yahya itu termasuk salah satu penganut Kreasionisme. Memang Kreasionisme itu ndak ilmiah, karena argumen-argumen yang dikeluarkan penganut Kreasionisme itu hanya berusaha untuk mempertahankan keyakinan/pendapat mereka, apapun caranya. Namun terkait dengan benar atau tidaknya Kreasionisme atau Teori Evolusi itu sampai sekarang belum terbukti, karena toh manusia belum punya contoh hidup makhluk hidup yang mengalami proses evolusi dan yang sebelum mengalami proses evolusi.
Aku jujur aja tidak suka membaca kalimat terakhir tulisan ini, ” HY terlalu BODOH untuk mengerti …….” . Mungkin akan lebih baik jika “HY telah keliru memahami….”. Bagaimana kalau saya tulis “Nursatria terlalu bodoh untuk mempelajari matematika”.Yang jelas saya bukan pendukung HY.
Okey dah saya ganti, anda benar kata2 terakhir telalu kasar
Saya ingin ikut menyumbang pendapat.
Di luar matematika kita tidak bisa mengharapkan logika diterapkan secara formal. Tulisan Harun Yahya sendiri tidak termasuk tulisan technical report atau hasil penelitian. Di lain pihak ada kasus-kasus tertentu yg memang argumentasi yg out of logic sengaja dibuat, contohnya pada kampanye politik yg lebih menekankan kepada mempengaruhi massa yg seringkali argumentasi yg tidak masuk akal jauh lebih efektif.
Tulisan Anda sangat kritis.
. Ini juga membuat saya tertarik membaca tulisan Harun Yahya.
Namun, pernyataan Harun Yahya sebetulnya juga dapat dimaklumi karena dia mengutip pendapat orang lain yang bernama: Douglas Futuyma (meskipun saya tidak menemukan adanya footnote referensi di situ..)
Kemudian, yang dipaparkan Harun Yahya tujuan utamanya bukan untuk membuktikan adanya Penguasa, namun untuk meruntuhkan teori evolusi.
Lalu, pernyataan bahwa “Penguasa itu ada” diyakini sebagai sesuatu yang benar di sebagian besar orang di dunia (meskipun buktinya tidak ada). Jadi, hal ini yang dikatakan Harun Yahya juga dapat dimaklumi.
Selanjutnya, karena pernyataan ini berhubungan dengan “Tuhan”, saya juga tidak bisa membantah. Pernyataan Harun Yahya bisa benar dan bisa salah tergantung dari “Apakah Tuhan ada atau Tidak?”.
Jadi, menurut saya Harun Yahya memang salah, tapi kesalahannya dapat dimaklumi.
Haha
Lagi iseng-iseng nyari koch snowflake malah ketemu blog ini.
Lucu juga.
Kalo boleh saya kasih pendapat…
Harun Yahya sudah benar, gak salah sama sekali. Lucunya, anda yang membuat seolah-olah beliau salah.
Mau bukti? Coba baca kalimat terakhir. “Para ilmuwan pendukung teori evolusi sepakat akan tidak adanya alternatif ketiga.”
Ngerti maksud saya kan? Para ilmuwan udah sepakat kalo gak ada alternatif lain lagi.
Sesuai dengan MTP, jika alternatifnya cuma 2 dan salah satu salah, pasti yang satu lagi benar.
Tentu MTP adalah metode yang ditemukan untuk menarik kesimpulan.
“Dan hanya orang-orang berakallah yang dapat mengambil pelajaran” [ Al-Baqarah : 269]
Sepertinya anda sama sekali tidak memahami tulisan saya, coba anda baca lagi
Terserah andalah…
Sana belajar matematika lagi yang bener…
Tapi jangan pake sombong…
sub Aria_Turns_manusia_yang_tidak_pernah_keliru()
Percaya Tuhan g’?
If Percaya then
Lo’ katanya Mario Teguh: “Tidak Semua masalah itu kita kaitkan
(cerna) dengan logika, kita butuh sesuatu yang diluar logika,
karena disanalah Tuhan campur tangan”, jadi kalo semua
harus sesuai dengan logika, g’ perlu ada tuhan dongkzs..
kalo dibangingin ama ilmunya tuhan, kita tida………….
………..(takhingga)……..k ada apa-apanya.
else
ternyata masih ada bibit-bibit Komunis di Indonesia
endif
end sub
ma’af maksud prosedur di atas, sekedar memperingati.. Pernyataan anda mungkin sedikit saintis, tetapi tidak harus menghina dengan kata-kata segitu kasar dong… kata Serius “HY juga manusia”…
Percaya teori evolusi=komunis? LOL
Sepertinya anda salah satu korban penyesatan HY. Sejarah berkata Bapak Komunisme Joseph Stalin menolak teori evololusi. .
Saya menghina HY? Ya..mungkin saja, tapi tolong anda katakan terlebih dahulu ke HY yang telah menghina habis-habisan umat Budha.
Komunis dan ateis berbeda loh! Coba anda baca lagi di artikel2 yang bertebaran di Internet ini, tidak perlu saya kasih link. Komunis belum tentu ateis, ateis belum tentu komunis! Kaum kapitalis banyak juga yang ateis, namun kaum kapitalis sudah pasti bukan kaum komunis!
Sebenarnya yang paling ‘berbahaya’ dari creationism ini adalah berpotensi untuk membuat manusia menjadi malas untuk mempelajari asal-usul kehidupan ini. Tentu jikalau pengetahuan manusia belum atau bahkan masih jauh dari final mengenai asal usul kehidupan di planet ini, seperti saat ini, maka ‘orang-orang yang iseng’
seperti HY iniakan sangat berpotensi untuk sengaja ‘membenturkan’ antara TE dan kreasionisme ini untuk tujuan2mungkin popularitas diritertentu. Jikalau manusia sudah ‘terlena’ denganteorikreasionisme ini kemungkinan ia akan cenderung untuk berhenti mempelajari asal-usul kehidupan karenateori“seluruh makhluk hidup diciptakan oleh Tuhan” sudah sangat memuaskannya, padahal dengan mempelajari lebih seksama asal-usul makhluk hidup di planet ini, saya percaya akan banyak manfaat-manfaat sampingan lainnya yang bakal didapat dari kemajuan penelitian manusia tentang asal-usul kehidupan.Yang jelas, penelitian lebih lanjut tentang asal-usul kehidupan (termasuk TE) bukanlah untuk menentang firman2 Allah, namun justru untuk mempelajari ilmu-ilmu Allah yang bertebaran di alam semesta ini, karena ilmu-ilmu Allah bukan hanya di dalam Al-Quran saja kan?? Kalau ada ‘benturan-benturan’ maklumlah karena pengetahuan manusia masih terbatas, baik pengetahuan ilmiahnya atau bisa jadi juga pengetahuan agamanya. Biasanya, yang
isengmembentur-benturkan ilmu dengan agama bukanlah para ilmuwan dan juga bukan seorang agamawan sejati, tetapi mereka yang sok menjadi ilmuwan dan juga yang sok menjadi agamawan…“Sebenarnya yang paling ‘berbahaya’ dari creationism ini adalah berpotensi untuk membuat manusia menjadi malas untuk mempelajari asal-usul kehidupan ini”
coba bacadan simak buku Existen of God-nya HY…
OOhhh… sy ngrti permasalahnnya…… yang anda permasalahkan disini cuma penggunaan MTP…
Dalam matematika juga kita butuh suatu asumsi/klaim, anda pasti tahu tentang pembuktian akar 2 adalah bilangan irrasional, dalam pembuktiannya kan digunakan suatu asumsi/klaim terlebih dahulu, dan kesimpulan akhirnyapun terbukti pasti bahwa akar 2 irrasional..
saya ingin mempertegas lagi kalimat “Para ilmuwan pendukung teori evolusi sepakat akan tidak adanya alternatif ketiga.” jadi, ‘dengan segala keterbasan kita’ sekarang ini, kita peroleh hanya terdapat dua alternatif yang salah satunya bernilai benar, serta tidak mungkin keduanya salah dan keduanya benar..
menurut ilmu logika, kasus ini termasuk jenis “Disjungsi Ekslusif” yang nilai kebenarannya:
…….p…Atau…q…………Nilai
- – - – - – - – - – - – - – - – -
1.Benar…….Benar…….Salah
2.Benar…….Salah……..Benar
3.Salah……..Benar…….Benar
4.Salah……..Salah……..Salah
jadi peluang untuk memperoleh kebenaran hanya pada kasus 2 dan 3.. dan tidak mungkin terjadi kasus 1 dan 4.. nah Judul bukunya kan ” Runtuhnya Teori Evolusi dalam 20 pertanyaan”, jadi sudah dibuktikan/terbukti teori evolusi itu salah.. disinilah kurangnya tulisan anda, seandainya diikutkan ke20 pertnyaan tersbut pasti lebih mantap..
menrut saya penggunaan MTP disini tidak perlu dipermasalhkan, posisi MTP disinikan kan hanya sebagai ALAT.. Jadi kesimpulannya, anda telah mempermasalahkan hal yang tidak penting…
Nah pertanyaannya sekarang, apakah ada atau tidak kah alternatif ketiga?
yang jelas alernatif ketiganya bukan “mahluk hidup diciptakan oleh Nursatria”..
jadi saran saya, untuk posting selanjutnya anda menulis tentang permintaan ma’f saudara…
Silahkan anda baca
http://whoisharunyahya.wordpress.com/the-collapse-of-harun-yahya-in-20-answers/
Sang penulis telah membahas lengkap 20 kesalahan buku “Runtuhnya Teori Evolusi dalam 20 pertanyaan”,.
Dengan segala hormat, Tolong anda perdalam lagi ilmu logika. Saya lihat anda melakukan kesalahan logika yang serupa dengan HY
Well.. sebuah wacana yg brilian. Semua akan benar, ketika berasumsi, semua berprinsip segala kemungkinan bisa terjadi. Dengan begitu respek menjadi barang mewah yg mudah kita nikmati. Go on, I love this contemplation.
Mas, tulisannya bagus banget, walau sebenarnya saya tak begitu mengerti. Daripada semua pada ribut siapa yang benar, kenapa kalian ga bertanya aja ma Darwin dan Harun Yahya, caranya kalian hidupkan lagi mereka dengan teori logika para matematikawan, pasti bisalah, kan matematika ilmu paling hebat…terus keduanya kalian kasih kuesioner yang isinya logika matematika apapun itu, semacam tes potensi akademik, dan lain sebagainya…kalian para ahli matematika pasti tau yang mana bener atau ga…
Kita ga akan bisa 100persen paham apa yng sebenernya Darwin dan HY maksud cuma dari sebatas tulisan dan berkas ceramah dll. Anda semua harus bisa bersatu dengan pikiran mereka berdua, mungkin dengan menjadi mereka kalian kan paham alasan mereka berkata seperti itu, (mungkin mentransplantasi otak anda sekalian dengan otak keledai jauh lebih baik).
ketimbang kalian sibuk berteriak kamu salah dia salah saya yang benar…sebaiknya kalian sibuk menyumbang untuk negeri kita ini…
peace for all…
jangan berantem…
ini awal dan akhirnya baik, tapi kok di tengah2 ada kalimat yang ga baik ya?
apa aku yang salah baca?
* (mungkin mentransplantasi otak anda sekalian dengan otak keledai jauh lebih baik). *
saya juga meragukan orang sombong yang menulis blog ini..hanya dengan tulisan segitu tidak mengkaji bersamaan dengan referensi lain..atau memang org ini tdk pernah baca Alqur’an
memang, ia tidak percaya Tuhan
Gw cuma IBLIS biasa yang ga pernah ngerti konsep manusia berpikir.
Manusia hanyalah sebuah makhluk bodoh dari penciptaan Tuhan pertama kalinya.
Sebongkah visi yg gw miliki telah merasuki segenap jiwa manusia yang kini tiada berakal.
Gw hanya tertawa di setiap Paradigma yang menyertainya. Tuhan seakan menjauh tak melebur dalam dekapan keimanan.
Gw hanya bertanya “mengapa manusia begitu bodohnya ketika gw dan rekan IBLIS lainnya ditirikan oleh Tuhan”.
Mendapatkan apa yg seharusnya didapatkan untuk bumi ini. Terlengkapi oleh kesempurnaan desain holistik beserta raganya.
Namun, manusia pun berhasil mengakali Tuhannya atas nama kesempurnaan akal.
Yiaacghh….ituLah kekuasaan gw !
Gw tLah berhasil meluluhlantakan sebuah peradaban manusia.
Gw tLah merubah nilai Logika manusia menjadi nilai Logika IBLIS dimana semua itu hanyalah Stigma. Tak berkonsep, tak berakal, tak berWahyu.
Marxisme terhidupi, Hidup manusia tak Lagi berpangku pada Wahyu Tuhannya.
Pada akhirnya kesombongan ini menjadi santapan rohani umat manusia.
Darwin dan sang konco2 pemilik peradaban kuno mustahiL, telah menghidupi kehidupan IBLIZ.
Kau tidak bicara Logika
Kau tidak bicara Sains
Kau tidak bicara Wahyu
Karena semuanya IMPIOUS
Tulisan yang sangat bagus.
Dari dulu para ilmuwan telah menolak tulisan-tulisan HY karena dasar ilmiah tulisannya tidak ada. Bahkan dia bukan seorang ilmuwan Biologi tetapi dalam buku-bukunya seolah-olah bahwa gagalnya teori evolusi karena sains, padahal fakta sains makin memperkuat teori evolusi.
Salah satu kesalahan pemahaman masyarakat umum terhadap teori evolusi adalah pada arti kata teori. Banyak kesalahan penfsiran terhadap kata ‘teori’. Teori Evolusi dianggap hanya ‘teori’. Dalam bidang sains, Teori adalah upaya pengujian terhadap suatu hipotesis atau perkiraan dalam kehidupan nyata terus-menerus. Sedangkan istilah teori dalam pengertian umum adalah sesuatu perkiraan dari ide manusia yang belum nyata atau di dalam sains lebih dekat dengan makna hipotesis. Jadi, yang dimaksud dengan teori evolusi adalah suatu perkiraan/hipotesis yang telah teruji dalam kehidupan nyata dalam berbagai bentuk dan masih terus diuji dengan percobaan maupun pengamatan di lapangan.
Bukti teori evolusi sangat banyak, mulai dari fosil, genetik, dll (silahkan baca buku biologi)
Perlu anda ketahui bahwa berlakunya teori evolusi bukan berarti mengakui ketiadaan Tuhan. Bisa saja Tuhan menciptakan kehidupan sejalan dengan proses evolusi.
Ni orang yg punya blog Islam bukan?
Klo Islam,gila apa ya ni orang?kebanyakan mikir mtk..:p
dalam Islam,tidak semua hal yg berhubungan dengan ALLAH bisa dirasionalkan..
Stuju ma komen d atas,klo smwa bs d pake logika,buat apa ada Tuhan?buat apa ada keyakinan?
Dan jangan pernah sekali2 merasionalkan ALLAH..kemampuan akal pikiran manusia terbatas..
Klo bukan Islam…pantes nulis gini..wong ga pnya pengetahuan ttg Islam,mw menulis ttg Islam..
Atw memang mau menghancurkan aqidah umat Islam?
Apa saya berbicara mengenai Islam? Dalam tulisan ini saya tidak berbicara tentang agama apapu, Tulisan saya mengenai kesalahan logika Harun Yahya, dia salah memahami modus tollendo ponens, sama sekali tidak menyinggunh mengenai agama apa pun
Wah benar,sy yg salah memahami tulisan mas…
Maaf2..
:p
Mas benar,HY tidak memahami MTP,dia salah melakukan penarikan kesimpulan.
Yang menarik dari tulisan mas yg ini,bahasanya.Kadang lucu,kadang lugas,tegas,kadang tajam.
Tapi esensinya tidak kurang.
Td_na sy kira ini forum apaan,tp stlh sy mbca_na (wlupun g`smua_na) sy bnr2 kgum.Prnyataan anda bsa dtrima olh otk sya yg agk lmot ini,key dech met beraktiftas.SEMANGAT!!!
Mas,sy link ke Facebook ya?
Kesuwun..
dengan ilmu hidup jadi mudah, dengan seni hidup jadi indah, dengan agama hidup jadi terarah. dengan amarah hidup jadi chaos…….. gak enak, enek, mau muntah……
Lepas dari logika matematik… yang penting kita hidup di Indonesia, yuk dukungPancasila (khususnya sila 1). Masalah keimanan adalah urusan Tuhan. Mau HY, mau Darwin, mau ahli math saling serang, biasalah…itulah manusia, butuh aktualisasi diri. OK lah kalo merasa hebat dan serang HY, yang pasti jangan pernah arogansi kita melogika dan merakuskan hati untuk menguasai rahasia Tuhan. Pada saatnya kita pasti akan tahu siapa yang benar. Lakukan hal yang penting2 saja, bantu sodaa yang lemah dan susah… jaga persatuan dan kesatuan Indonesia!
saya coba berpendapat
awalnya saya mengagumi yang punya nih blog..tapi baca tulisan ini saya berubah 180 derajat..
“Lalu dengan seenak kentutnya HY mengclaim mahluk hidup diciptakan (teori Penciptaan) bernilai benar.”
kata-kata yang kasar…sebaiknya dalam berpendapat kita menggunakan kata kata yang baik..
disatu sisi anda bisa benar, disatu sisi anda bisa salah..
“Talk Less Do More”
ingat di salah satu iklan kata” ini??
setidaknya HY sudah mempraktekkannya..terbukti ia bisa dikenal luas..
sedangkan ARIA TURNS ato Nursatria…gw tanya temen gw “kenal gak??”..temen gw jawab “gak tuh,,nama anjing lo yaa?”
(ini fakta,bukan kata” kasar..itu yg dijawab temen saya)
jangan hanya ngomong..lakukan lebih banyak
Yup tulisan saya emang kasar tapi ada sependapat kan dengan saya?
ya saya emang anjing, anjing yang menyalak menggigit ilmuwan palsu yang menyeasatkan banyak orang seperti Hy.
Seharusnya kalimat “Talk Less Do More” anda tujukan ke HY
apa HY lakukan? hanya bekoar-koar kalo evolusi salah tanpa dasar saintis sama sekali
Apa HY pernah melakukan penelitian atau memepublikasikan jurnal?
Tidak, dia hanya menguntip perkataan para ilmuwan sebagai pendukung pendapatnya. Ironisnya sebagain besar ilmuwan yang dia kutip adalah para evolutionist
Mungkin dia terkenal di kalangan orang awam tapi di kalangan ilmuwan dia hanyalah orang yang mengigau disiang bolong…
terserah lo dehh…
“Tidak, dia hanya menguntip perkataan para ilmuwan sebagai pendukung pendapatnya”
hahaha….
tidakkah anda merasa?
anda percaya Teori Darwin, memangnya anda sudah melakukan penelitian terhadap teori ini??
saya pikir anda juga hanya mengutip apa yg anda sebut “perkataan para ilmuwan”
pikirlah sebelum berbicara.
Saya tegaskan ke anda, saya bersikap netral terhadap evolusi. Saya mengkritik harun yahya bukan berarti saya mendukung evolusi. Saya mengkritik dia karna perkataan dia asbun dan sama sekali tidak mempunyai dasar saintis.
Dalam dunia sains jika kita melontarkan suatu teori kita harus melakukan penelitian tidak bisa hanya sekedar mengutip perkataan ilmuwan lain.
Kalau dia berkeyakinan manusia tidak berevolusi, kalau dia berkeyakinan nenek-moyang manusia adalah Adam
Seharusnya dia melakukan penelitian dimana jasad Adam dikuburkan, sampai detik ini yang namanya Adam hanyalah tokoh yang tercantum dalam kitab2 agama Ibrahimic (Jews,christ, Islam) belum ditemukan bukti2 fosil ataupun artefak yang mendukung keberadaan Adam.
Itulah penelitian yang harus dilakukan oleh seorang Harun Yahya..
Apakah dia melakukan penelitian tersebut? TIDAK..
Misalkan saja suatu saat si Harun Yahaa mengclaim telah menemukan jasad Adam, maka ada satu penelitian yang harus dilakukan HY. Buktikan secara saintis Adam turun dari surga.
tidak mungkin seseorang dapat menemukan jasad Adam. karena itu sudah terjadi begitu lama, sama halnya dengan jasad hitler. dapatkah kita tahu ada dimana? Tidak! sampai saat ini jasad Hitler belum diketahui berada dimana, apakah Hitler juga “Tokoh yang tercantum dalam buku sejarah”? . Hitler makhluk nyata yang diyakini orang ada, begitupun Adam.
Hanya Tuhan yang tahu segalanya. Kita tidak dapat hidup tanpa ada yang menciptakan.
berikut merupakan kisah Islami, seorang pemuda yang selalu berpikir rasional.
(Pemuda): Anda siapa dan apakah bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan saya?
(Kyai): Saya hamba Allah dan dengan izin-Nya saya akan menjawab pertanyaan anda. (Pemuda) : Anda yakin? Sedangkan Profesor dan ramai orang yang pintar tidak mampu menjawab pertanyaan saya.
(Kyai): Saya akan mencoba sejauh kemampuan saya.
(Pemuda) : Saya ada tiga pertanyaan: 1. Kalau memang Tuhan itu ada, tunjukkan wujud Tuhan kepada saya. 2. Apakah yang dinamakan takdir. 3. Kalau setan diciptakan dari api kenapa dimasukan ke neraka yang dibuat dari api, tentu tidak menyakitkan buat setan. Sebab mereka memiliki unsur yang sama. Apakah Tuhan tidak pernah berpikir sejauh itu? Tiba-tiba kyai tersebut menampar pipi pemuda tadi dengan keras.
(Pemuda) : (sambil menahan sakit). Kenapa anda marah kepada saya?
(Kyai): Saya tidak marah. Tamparan itu adalah jawaban saya atas tiga pertanyaan yang anda ajukan kepada saya.
(Pemuda): Saya sungguh-sungguh tidak mengerti.
(Kyai) : Bagaimana rasanya tamparan saya?
(Pemuda): Tentu saja saya merasakan sakit.
(Kyai) : Jadi anda percaya bahwa sakit itu ada?
(Pemuda): Ya!
(Kyai): Tunjukkan pada saya wujud sakit itu!
(Pemuda): Saya tidak bisa. (Kyai): Itulah jawaban pertanyaan pertama kita semua merasakan kewujudan Tuhan tanpa mampu melihat wujudnya.
(Kyai) : Apakah tadi malam anda bermimpi akan ditampar oleh saya?
(Pemuda): Tidak.
(Kyai) : Apakah pernah terpikir oleh anda akan menerima tamparan dari saya hari ini? (Pemuda) : Tidak.
(Kyai) : Itulah yang dinamakan takdir. Terbuat dari apa tangan yang saya gunakan untuk menampar anda?
(Pemuda) : Kulit.
(Kyai) : Terbuat dari apa pipi anda?
(Pemuda): Kulit.
(Kyai) : Bagaimana rasanya tamparan saya?
(Pemuda): Sakit.
(Kyai): Walaupun setan dijadikan dari api dan neraka juga terbuat dari api, jika Tuhan menghendaki maka neraka akan menjadi tempat yang menyakitkan untuk setan.
yahh, percaya atau tidak, Tuhan itu ada.
Semoga anda diberikan jalan yang lurus oleh Allah SWT.
saya ingin memberi sedikit komentar,
saya sebenarnya termasuk yang kurang setuju tentang teori evolusi dan ketika melihat tulisan harun yahya saya sedikit termotivasi untuk meraih ilmu lebih lagi, tapi bukan berarti saya yang membanggakan si Harun Yahya ini….
menanggapi blog ini, ya saya setuju jika Harun Yahya tidak menggunakan logika, mengapa? karena tulisan” dari Harun Yahya bukan dari pandangan secara logika matematis yang dimana logika tersebut bisa dimiliki oleh manusia…
jadi artikel yang ditulis oleh Harun Yahya bukan dari pandangan secara matematis, akan tetapi dalam pandangan spiritual juga… bisa jadi mksd dari dia adalah jangan memisahkan sains dengan hal spiritual….
jadi kalo saya pikir kurang tepat penempatan kata Harun Yahya tidak bisa berlogika, tapi dia tidak menggunakan logika yang matematis….
ya tidak salah juga jika anda mengatakan bahwa Harun Yahya tidak bisa berlogika karena maksud anda adalah logika yang matematis tersebut….
Harun Yahaya jelas2 salah memahami Modus tollendo ponens, itu adalah logika matematika
ya sudah, berdasarkan kata” anda jawaban saya sebelumnya juga udah sangat jelas, anda melihatnya dari sisi mana dulu….
ya karena anda mempermasalahkan HY dari pandangan matematika jadi menurut saya ya sah” saja, mungkin memang anda lebih berbakat matematikanya dibandingkan Harun yahya….
intinya mah, ya kita lihat dari sisi pandang mana dulu, karena anda melihatnya dari sisi matematika (ya karena anda menulisnya di blog yang khusus matematika) bisa saja jika anda bisa menentangnya atau malah anda menganggapnya sebuah kesalahan, tapi jika dilihat dari sisi pandang yang lain, ya belum tentu apa yang dikatakan Harun Yahya itu salah….
badewei untuk teori evolusi (sedikit curhat saja), saya kurang setuju, why?? saya lebih setuju dengan pendapat bahwa sebenarnya manusia itu mengalami perubahan masa yang dimana keadaannya naik – turun,
jadi dari manusia pada zaman dulu itu sebenarnya manusia itu sudah diberi ilmu pengetahuan yang sangat banyak oleh Tuhan sehingga menjadikan manusia yang berteknologi tinggi (dan jgn bayangkan teknologi yang canggih itu seperti teknologi zaman kita sekarang), tapi ketika pada masa puncaknya manusia mengalami penurunan moral sehingga datanglah bencana akibat dari manusia itu sendiri, akan tetapi hidup kembali para survivor yang membangun masa manusia yang baru dan berkembang lagi ilmu pengetahuannya, dan pada masa puncaknya lagi menurunlah moral manusia dan datanglah kembali bencana dan muncul survivor baru begitu seterusnya sampai zaman sekarang….
hal tersebut didukung oleh adanya penemuan reaktor nuklir di daerah afrika bagian selatan yang berumur puluh jutaan tahun yang lalu….. (jika memang teori evolusi itu benar yang membuat reaktor nuklir itu siapa…? sedangkan manusia puluhan juta tahun yang lalu belum mengenal teknologi nuklir)
@ Saya Manusia Biasa
Semua orang baik yang beragama maupun tidak, percaya hitler pernah ada sedangkan Adam hanya dipercayai oleh penganut agama Ibrahimic. Kenapa semua orang percaya hitler ada? Karena ada bukti otentik yang bisa dipertanggung jawabkan secara ilmiah kalau hitler bener2 ada.
Apakah kitab suci bisa kita jadikan bukti otentik yang bisa dipertanggung jawabkan secara ilmiah kalau Adam bener2 ada?
Yang harus dilakukan HY adalah mencari bukti otentik yang bisa dipertanggung jawabkan secara ilmiah kalau Adam bener2 ada dan merupakan Nenek moyang manusia yang turun dari surga. Sayangnya HY tidak melakukan itu..
boleh tahu “bukti otentik” itu seperti apa?
apakah tulisan? apakah peninggalan? apakah foto? apakah itu semua bisa dipertanggung jawabkan? orang terdahulu bisa saja merekayasa sebuah sejarah, karena kita belum lahir dan tidak tahu apa yang terjadi sebelum kita lahir.
Intinya, kita tidak tahu SEMUA yang terjadi di Alam Semesta ini. baik yang sudah lampau, sekarang maupun masa depan.
Intinya gini lho mas, Harun Yahya tidak percaya manusia berevolusi, dia meyakini manusia berasal dari Adam. Kita semua tau konsep adam sebagai nenek moyang manusia hanya diyakini penganut agama ibrahimic.
Yang harus HY lakukan adalah menyakini orang-orang non-ibrahimic bahkan para atheis sekalipun kalau konsep adam itu bener adanya.
Caranya
Cari bukti2 yang bisa dipertanggung jawabkan secara ilmiah kalau adam yang diturunkan lansung dari itu benar2 ada. Tidak cukup hanya berdasarkan ayat2 kitab suci. Karna kitab suci bukanlah tulisan ilmiah.
Saya hanya mencoba berbicara dari sudut pandang orang2 non-ibrahimic
maaf y sblumnya…
saya ingin menjelaskan suatu hal…
Hidup ini sebenarnya timbal balik dari kesemuaan / saling berkesinambungan jika kita merangkainya dengan jeli, oke anda selalu mengaitkan LOGIKA & SAINTIS…..
tp ingat,
smua agama mengenal yang namanya “IMAN”, iman bukan Logika dan Saintis. Iman itu di miliki setiap orang apabila ia memiliki kepercayaan, iman tidak berdasarkan Logika/Saintis. Tapi berdasarkan keyakinan dalam hati bahwa itu ada baik itu tidak bisa masuk Logika dan Sesuatu Mustahil yang di percayai. Kalau kita sudah memilki iman, kita akan merasakan sesuatu itu walaupun tidak nyata. Contoh Tuhan. Sebelum kita memiliki Iman, kita sama sekali tidak mengenal Tuhan, tapi kalau sudah kita memiliki iman Tuhan itu terasa selalu melihat kita dan menjagai setiap kegiatan kita.
Mengapa agama bisa terbagi banyak di dunia ini? itu semua karena manusia, selama manusia ada, kejahatan akan selalu ada, manusia memiliki Ego masing-masing, Mengapa Manusia jahat ? karena adanya SETAN ? mengapa setan itu menganggu hidup manusia? Karena tanpa setan manusia tidak memiliki iman? Kenapa harus ada Iman? karena agar manusia mempercayai dengan sepenuh hati bahwa mereka di ciptakan oleh Tuhan.
Iman itu adalah Percaya, “orang yang tidak mempercayai Tuhan, itu juga iman. Dia juga percaya sepenuh hati karena tidak ada Tuhan.”
Ini lah yang di namakan berkesinambungan , adanya timbal balik di hidup ini. itu apabila manusia merangkainya dengan cermat. INGAT, cara pandang kita terhadap sesuatu itu jangan pada beberapa posisi, contohnya dari LOGIKA DAN SAINTIS. Perhatikan juga aspek-aspek lain, intinya kita semua memiliki jalan hidup masing-masing. Kita semua mencari kebenaran.
DAN CAMKAN BAIK-BAIK DI HATI ANDA, anda egois kalau selalu memikirkan pemikiran-pemikiran yang tidak rasional, EGOIS juga kalau tidak mengakui adanya Sang Pencipta, itu adalah EGO…