<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Penjelasan yang paling sederhana kalau 0/0 hasilnya bukanlah 1</title>
	<atom:link href="http://ariaturns.wordpress.com/2009/06/27/penjelasan-yang-paling-sederhana-kalau-00-hasilnya-bukanlah-1/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ariaturns.wordpress.com/2009/06/27/penjelasan-yang-paling-sederhana-kalau-00-hasilnya-bukanlah-1/</link>
	<description>Ada yang mau baca blog mengenai matematika, gak ya...??</description>
	<lastBuildDate>Fri, 01 Jan 2010 06:59:04 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: حَنِيفًا</title>
		<link>http://ariaturns.wordpress.com/2009/06/27/penjelasan-yang-paling-sederhana-kalau-00-hasilnya-bukanlah-1/#comment-1791</link>
		<dc:creator>حَنِيفًا</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 19:29:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ariaturns.wordpress.com/?p=1543#comment-1791</guid>
		<description>Maaf Lalat : Eyang @Dhuta Gundul 
Eyang gundul… :D , jadi nggak masuk &lt;b&gt;AGAMA ISLAM &lt;/b&gt;

&lt;i&gt;(salah ketek... hehehe)&lt;/i&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Maaf Lalat : Eyang @Dhuta Gundul<br />
Eyang gundul… <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  , jadi nggak masuk <b>AGAMA ISLAM </b></p>
<p><i>(salah ketek&#8230; hehehe)</i></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: حَنِيفًا</title>
		<link>http://ariaturns.wordpress.com/2009/06/27/penjelasan-yang-paling-sederhana-kalau-00-hasilnya-bukanlah-1/#comment-1790</link>
		<dc:creator>حَنِيفًا</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 19:25:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ariaturns.wordpress.com/?p=1543#comment-1790</guid>
		<description>&lt;b&gt;@Dhammaduta&lt;/b&gt;
Eyang gundul... :D , jadi nggak masuk AGAM ASLAM, 
@mbah  Dhut kalau sampean mau pinter Matematika, Fisika, Komputer, Bahasa... dll. ldd, ldl... hua.ha.ah... buruan insyaf !!

Nehhh buktinyah :

http://qarrobin.wordpress.com/2009/11/01/hukum-pergantian-kekuasaan-di-muka-bumi/</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><b>@Dhammaduta</b><br />
Eyang gundul&#8230; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  , jadi nggak masuk AGAM ASLAM,<br />
@mbah  Dhut kalau sampean mau pinter Matematika, Fisika, Komputer, Bahasa&#8230; dll. ldd, ldl&#8230; hua.ha.ah&#8230; buruan insyaf !!</p>
<p>Nehhh buktinyah :</p>
<p><a href="http://qarrobin.wordpress.com/2009/11/01/hukum-pergantian-kekuasaan-di-muka-bumi/" rel="nofollow">http://qarrobin.wordpress.com/2009/11/01/hukum-pergantian-kekuasaan-di-muka-bumi/</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Aria Turns</title>
		<link>http://ariaturns.wordpress.com/2009/06/27/penjelasan-yang-paling-sederhana-kalau-00-hasilnya-bukanlah-1/#comment-1528</link>
		<dc:creator>Aria Turns</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 01 Sep 2009 13:01:48 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ariaturns.wordpress.com/?p=1543#comment-1528</guid>
		<description>silahkan baca
http://ariaturns.wordpress.com/2008/08/17/kenapa-01/</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>silahkan baca<br />
<a href="http://ariaturns.wordpress.com/2008/08/17/kenapa-01/" rel="nofollow">http://ariaturns.wordpress.com/2008/08/17/kenapa-01/</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Hian</title>
		<link>http://ariaturns.wordpress.com/2009/06/27/penjelasan-yang-paling-sederhana-kalau-00-hasilnya-bukanlah-1/#comment-1527</link>
		<dc:creator>Hian</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 01 Sep 2009 09:01:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ariaturns.wordpress.com/?p=1543#comment-1527</guid>
		<description>Mas, permisi. saya mau numpang nanya,,
Mas masih ingat bil. faktorial gak ?

yang contohnya. 2!= 2x1 atau 5!= 5x4x3x2x1..

Nah kalo begitu saya ngerti cuma yang saya bingung, bagaimana 0!= 1
darimana itu ? masak 0!=0x1x2x3.. hasilnya&#039;kan 0, Mas bisa menjelaskan gg ? terima kasih...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mas, permisi. saya mau numpang nanya,,<br />
Mas masih ingat bil. faktorial gak ?</p>
<p>yang contohnya. 2!= 2&#215;1 atau 5!= 5&#215;4x3&#215;2x1..</p>
<p>Nah kalo begitu saya ngerti cuma yang saya bingung, bagaimana 0!= 1<br />
darimana itu ? masak 0!=0&#215;1x2&#215;3.. hasilnya&#8217;kan 0, Mas bisa menjelaskan gg ? terima kasih&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Karl Karnadi</title>
		<link>http://ariaturns.wordpress.com/2009/06/27/penjelasan-yang-paling-sederhana-kalau-00-hasilnya-bukanlah-1/#comment-1515</link>
		<dc:creator>Karl Karnadi</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 Aug 2009 19:36:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ariaturns.wordpress.com/?p=1543#comment-1515</guid>
		<description>&quot;What is the value of 0/0? (Is it really undefined or are there an infinite number of values?)

There&#039;s a special word for stuff like this, where you could conceivably give it any number of values. That word is &quot;indeterminate.&quot; It&#039;s not the same as undefined. It essentially means that if it pops up somewhere, you don&#039;t know what its value will be in your case. For instance, if you have the limit as x-&gt;0 of x/x and of 7x/x, the expression will have a value of 1 in the first case and 7 in the second case. Indeterminate.&quot;

(Penjelasan dari http://mathforum.org/dr.math/faq/faq.divideby0.html)

Di http://en.wikipedia.org/wiki/Undefined dapat terlihat bahwa 0/0 ada diklasifikasikan di di dalam daftar &quot;Indeterminate forms&quot;. 

Penjelasan yg diberikan untuk section tsb:
&quot;They are defined in some, but not all contexts, as described in sections of this article. They are also indeterminate forms, if they occur as the limit of an expression it may be possible to find the value of the limit using other means.&quot;

Sayangnya tidak ada citation atau penjelasan yg lebih lengkap dan precise di kedua sumber tersebut. Mungkin anda dapat menemukan lebih lanjut di buku2 matematika. Kalau anda ada referensi mengenai itu berikan saja di sini atau send saya message, saya akan dgn senang hati membacanya.

PS: Yg disebutkan oleh Haniifa mengenai &quot;tidak relevan dan bahkan agak misleading untuk anda menyebutkan kredibilitas orang&quot; itu kritikan dari saya untuk anda (Aria). Di halaman blog dia jg saya mengkritik bhw anda tidak perlu beranjak dari satu contoh kontradiksi (nice example btw), matematika itu pembuktian mekanik, bukan persuasif, apalagi personal opinion.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;What is the value of 0/0? (Is it really undefined or are there an infinite number of values?)</p>
<p>There&#8217;s a special word for stuff like this, where you could conceivably give it any number of values. That word is &#8220;indeterminate.&#8221; It&#8217;s not the same as undefined. It essentially means that if it pops up somewhere, you don&#8217;t know what its value will be in your case. For instance, if you have the limit as x-&gt;0 of x/x and of 7x/x, the expression will have a value of 1 in the first case and 7 in the second case. Indeterminate.&#8221;</p>
<p>(Penjelasan dari <a href="http://mathforum.org/dr.math/faq/faq.divideby0.html)" rel="nofollow">http://mathforum.org/dr.math/faq/faq.divideby0.html)</a></p>
<p>Di <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Undefined" rel="nofollow">http://en.wikipedia.org/wiki/Undefined</a> dapat terlihat bahwa 0/0 ada diklasifikasikan di di dalam daftar &#8220;Indeterminate forms&#8221;. </p>
<p>Penjelasan yg diberikan untuk section tsb:<br />
&#8220;They are defined in some, but not all contexts, as described in sections of this article. They are also indeterminate forms, if they occur as the limit of an expression it may be possible to find the value of the limit using other means.&#8221;</p>
<p>Sayangnya tidak ada citation atau penjelasan yg lebih lengkap dan precise di kedua sumber tersebut. Mungkin anda dapat menemukan lebih lanjut di buku2 matematika. Kalau anda ada referensi mengenai itu berikan saja di sini atau send saya message, saya akan dgn senang hati membacanya.</p>
<p>PS: Yg disebutkan oleh Haniifa mengenai &#8220;tidak relevan dan bahkan agak misleading untuk anda menyebutkan kredibilitas orang&#8221; itu kritikan dari saya untuk anda (Aria). Di halaman blog dia jg saya mengkritik bhw anda tidak perlu beranjak dari satu contoh kontradiksi (nice example btw), matematika itu pembuktian mekanik, bukan persuasif, apalagi personal opinion.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Pole</title>
		<link>http://ariaturns.wordpress.com/2009/06/27/penjelasan-yang-paling-sederhana-kalau-00-hasilnya-bukanlah-1/#comment-1490</link>
		<dc:creator>Pole</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 Aug 2009 21:32:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ariaturns.wordpress.com/?p=1543#comment-1490</guid>
		<description>Contohnya:
0x3=0 jika dibalik perhitungannya 0/0=3
0x7=0 jika dibalik perhitungannya 0/0=7
0x9=10000 jika dibalik perhitungannya 0/0=10000
0x9=888 jika dibalik perhitungannya 0/0=888
dan tentunya 0x1=0 yang jika dibalik perhitungannya 0/0=1 juga termasuk.
Namun karena sifatnya yang tidak menentu inilah sehingga 0/0 dikatakan tidak terdefinisi!!!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Contohnya:<br />
0&#215;3=0 jika dibalik perhitungannya 0/0=3<br />
0&#215;7=0 jika dibalik perhitungannya 0/0=7<br />
0&#215;9=10000 jika dibalik perhitungannya 0/0=10000<br />
0&#215;9=888 jika dibalik perhitungannya 0/0=888<br />
dan tentunya 0&#215;1=0 yang jika dibalik perhitungannya 0/0=1 juga termasuk.<br />
Namun karena sifatnya yang tidak menentu inilah sehingga 0/0 dikatakan tidak terdefinisi!!!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Pole</title>
		<link>http://ariaturns.wordpress.com/2009/06/27/penjelasan-yang-paling-sederhana-kalau-00-hasilnya-bukanlah-1/#comment-1489</link>
		<dc:creator>Pole</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 Aug 2009 21:28:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ariaturns.wordpress.com/?p=1543#comment-1489</guid>
		<description>Justru karena itu mas hanifa, x/0 tidak terdefinisi, di satu sisi ketika x/a di mana 0&lt;a&lt;1 dan a mendekati 0, x/a malah membesar, dan di satu sisi ketika x/a di mana -1&lt;a&lt;0 dan a mendekati 0, 1/a malah makin mengecil. Jadi x/0 bisa plus tak terhingga atau minus tak terhingga. x bisa bilangan real selain 0.

Dan 0/0 itu tidak terdefinisi.
Mengapa?? Karena ada kontradiksi antara x/0 dan 0/x.
x/0 itu tidak terdefinisi (plus tak terhingga atau minus tak terhingga) sedangkan 0/x itu sama dengan 0 (x boleh bilangan apa saja selain 0). Karena itu susah diputuskan hasil 0/0 itu apakah 0 atau bilangan real lainnya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Justru karena itu mas hanifa, x/0 tidak terdefinisi, di satu sisi ketika x/a di mana 0&lt;a&lt;1 dan a mendekati 0, x/a malah membesar, dan di satu sisi ketika x/a di mana -1&lt;a&lt;0 dan a mendekati 0, 1/a malah makin mengecil. Jadi x/0 bisa plus tak terhingga atau minus tak terhingga. x bisa bilangan real selain 0.</p>
<p>Dan 0/0 itu tidak terdefinisi.<br />
Mengapa?? Karena ada kontradiksi antara x/0 dan 0/x.<br />
x/0 itu tidak terdefinisi (plus tak terhingga atau minus tak terhingga) sedangkan 0/x itu sama dengan 0 (x boleh bilangan apa saja selain 0). Karena itu susah diputuskan hasil 0/0 itu apakah 0 atau bilangan real lainnya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Pole</title>
		<link>http://ariaturns.wordpress.com/2009/06/27/penjelasan-yang-paling-sederhana-kalau-00-hasilnya-bukanlah-1/#comment-1488</link>
		<dc:creator>Pole</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 Aug 2009 21:02:30 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ariaturns.wordpress.com/?p=1543#comment-1488</guid>
		<description>Tampaknya mas chana tidak memberikan contoh dengan baik!!! Mas ga lulus SD yah??? 
3 apel dikurang 2 apel?? Bagaimana mungkin apel bisa mengurangi apel???  
Contoh yang benar kayak gini mas:
Ada 3 apel di kulkas. Jika 2 apel dimakan Budi maka tersisa 1 apel di kulkas!!! ini analogi  dari 3-2 = 1
Jadi 0 apel dikurangi 4 apel itu juga salah. Contoh yg benar kayak gini:
Tidak ada apel di kulkas. Jika 4 buah apel ingin dimakan oleh Budi maka jumlah apel di kulkas kurang 4 buah.  Nah ini analogi yang benar dari 0-4=-4.

Untuk contoh tentara juga agak salah:
5 tentara tertembak 4 tentara, maka tersisa 1 tentara
Yang benar itu:
Ada 5 tentara di medan perang. Jika 4 tentara tertembak mati maka tersisa 1 tentara di medan perang.
0 tentara(tak ada tentara) tertembak 8 tentara….??? Begini contoh yang benar:
Tidak ada tentara yang tersisa di medan perang. Jika mas chana ingin 8 tentara tertembak mati lagi di medan perang, maka di medan perang masih kekurangan 8 orang lagi tentara!!!

Jika ingin membuat analogi dari matematika abstrak ke dalam dunia real atau diskrit, mas harus tahu donk bagaimana bedanya!!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Tampaknya mas chana tidak memberikan contoh dengan baik!!! Mas ga lulus SD yah???<br />
3 apel dikurang 2 apel?? Bagaimana mungkin apel bisa mengurangi apel???<br />
Contoh yang benar kayak gini mas:<br />
Ada 3 apel di kulkas. Jika 2 apel dimakan Budi maka tersisa 1 apel di kulkas!!! ini analogi  dari 3-2 = 1<br />
Jadi 0 apel dikurangi 4 apel itu juga salah. Contoh yg benar kayak gini:<br />
Tidak ada apel di kulkas. Jika 4 buah apel ingin dimakan oleh Budi maka jumlah apel di kulkas kurang 4 buah.  Nah ini analogi yang benar dari 0-4=-4.</p>
<p>Untuk contoh tentara juga agak salah:<br />
5 tentara tertembak 4 tentara, maka tersisa 1 tentara<br />
Yang benar itu:<br />
Ada 5 tentara di medan perang. Jika 4 tentara tertembak mati maka tersisa 1 tentara di medan perang.<br />
0 tentara(tak ada tentara) tertembak 8 tentara….??? Begini contoh yang benar:<br />
Tidak ada tentara yang tersisa di medan perang. Jika mas chana ingin 8 tentara tertembak mati lagi di medan perang, maka di medan perang masih kekurangan 8 orang lagi tentara!!!</p>
<p>Jika ingin membuat analogi dari matematika abstrak ke dalam dunia real atau diskrit, mas harus tahu donk bagaimana bedanya!!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Pole</title>
		<link>http://ariaturns.wordpress.com/2009/06/27/penjelasan-yang-paling-sederhana-kalau-00-hasilnya-bukanlah-1/#comment-1487</link>
		<dc:creator>Pole</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 Aug 2009 19:50:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ariaturns.wordpress.com/?p=1543#comment-1487</guid>
		<description>Mas hanifa lebih baik baca lagi dalil2 kalkulus deh tentang pembagian! Banyak kok di buku2 kalkulus dasar. Daripada mas sembarang menuliskan teori 0/0=1!!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mas hanifa lebih baik baca lagi dalil2 kalkulus deh tentang pembagian! Banyak kok di buku2 kalkulus dasar. Daripada mas sembarang menuliskan teori 0/0=1!!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Pole</title>
		<link>http://ariaturns.wordpress.com/2009/06/27/penjelasan-yang-paling-sederhana-kalau-00-hasilnya-bukanlah-1/#comment-1486</link>
		<dc:creator>Pole</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 Aug 2009 19:46:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ariaturns.wordpress.com/?p=1543#comment-1486</guid>
		<description>Mas Hanifa...
Mas tampaknya ga mengerti logika pemrograman yah???
Dalam pemgrograman itu jika kita menuliskan :
a=1;
artinya nilai variable a (kiri) itu diisi dengan nilai 1.

Terus mengenai masalah a=a+1. Dalam matematika hal ini jelas salah. Tapi berbeda dengan masalah pemrograman. Kenapa?? Karena dalam bahasa pemrograman:
a=a+1;
itu berarti nilai variable a(kiri) diisi dengan penjumlahan nilai variable a(kanan) dijumlah satu.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mas Hanifa&#8230;<br />
Mas tampaknya ga mengerti logika pemrograman yah???<br />
Dalam pemgrograman itu jika kita menuliskan :<br />
a=1;<br />
artinya nilai variable a (kiri) itu diisi dengan nilai 1.</p>
<p>Terus mengenai masalah a=a+1. Dalam matematika hal ini jelas salah. Tapi berbeda dengan masalah pemrograman. Kenapa?? Karena dalam bahasa pemrograman:<br />
a=a+1;<br />
itu berarti nilai variable a(kiri) diisi dengan penjumlahan nilai variable a(kanan) dijumlah satu.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
